Sampah Banyuurip Memprihatinkan

472

Pada 2019, ada wacana tempat pembuangan sampah terpadu atau regional.

“Selain itu, biogas dari air limbah sampah atau lindi bisa ditingkatkan produksinya. Jangan hanya dua jam saja, kalau bisa digunakan sampai 24 jam,” kata Sigit didampingi Wakilnya, Windarti Agustina.

Kepala UPTD TPSA Banyuurip, Gancang Wicaksono mengakui, tumpukan sampah di zona aktif sisi selatan sudah tidak ideal. Saat ini, pihaknya sedang berupaya memaksimalkan lahan TPSA yang ada. Salah satunya, dengan mengaktifkan sel pasif.

“Akhir Desember lalu, kondisinya memang sudah kritis. Kita nggak bisa menggunakan lahan 7,8 hektare untuk mengelola sampah saja.”

Sebab, sambung Gancang, ada kantor pengelolaan bio gas dan lainnya. “Sementara kurang dari 40 persen yang bisa dimanfaatkan untuk sampah,” ucapnya mewakili Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Tata Kota (DKPTK) Magelang, Arif Barata Sakti. (put/isk)