Sebulan, Tersalurkan Rp 1,05 Triliun

Dana KUR di Jawa Tengah

451

SEMARANG – Dana kredit usaha rakyat (KUR) untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah, sepanjang Januari tahun ini telah tersalurkan sebesar Rp 1,05 triliun dengan debitur sebanyak 56.844. Dana tersebut terbagi untuk KUR mikro sebesar Rp 11 triliun, sisanya untuk KUR Retail dan KUR TKI.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, Gayatri mengatakan, alokasi dana KUR untuk Jawa Tengah sekitar Rp 15 triliun. “Sepanjang Januari lalu, dana tersebut telah disalurkan sebesar Rp 1,05 triliun, dan diserap oleh 56.844 debitur,” ujarnya, kemarin.

Penyaluran tersebut dilakukan oleh BRI sebesar Rp 886,16 miliar yang diperuntukkan 55.145 debitur, Bank Mandiri sebesar Rp 22,19 miliar yang diperuntukkan 1.107 debitur, kemudian BNI sebesar Rp 142,83 miliar untuk 592 debitur. “Memang belum begitu terlihat, karena masih sebulan. Namun perbankan di wilayah kami sudah berpacu untuk percepatan penyaluran KUR, bahkan jemput bola. Sehingga dana tersebut segera bisa dimanfaatkan oleh UMKM,” jelasnya.

Sementara itu, Bank BNI Wilayah Semarang menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2016 mencapai Rp 1,750 triliun. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan dengan penyaluran KUR tahun lalu sebesar Rp 499 miliar lebih.

Wakil Pimpinan Bank BNI Wilayah Semarang Bidang Bisnis Banking Dedi Priambodo mengatakan, penyaluran KUR tahun ini lebih tinggi tiga kali lipat dari tahun sebelum. Hal itu dikarenakan, Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah kantong-kantong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Tahun lalu pencapaian kita sesuai dengan target bahkan lebih. Dari target Sebesar Rp 498, dan posisi Desember mampu mencapai 100,3 persen, dengan jumlah debitur mencapai 2060,” katanya.

Dia mengaku, sejak awal Januari BNI sudah bergerak untuk melakukan penyaluran KUR kepada para pelaku UMKM di wilayah Jawa Tengah. Penyaluran KUR akan terus dimaksimalkan, salah satunya adalah dengan membidik toko-toko, dan distributor yang bisa dibiayai KUR, dari pelaku industri yang dibiayai oleh BNI. (dna/smu)