29 Calo Bansos Dewan Diperiksa Kejari

790
DIPERIKSA : Para calo bantuan sosial (bansos) anggota dewan saat diperiksa oleh Kasi Intel dan Jaksa Fungsional, Kejari Kajen Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPERIKSA : Para calo bantuan sosial (bansos) anggota dewan saat diperiksa oleh Kasi Intel dan Jaksa Fungsional, Kejari Kajen Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPERIKSA : Para calo bantuan sosial (bansos) anggota dewan saat diperiksa oleh Kasi Intel dan Jaksa Fungsional, Kejari Kajen Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPERIKSA : Para calo bantuan sosial (bansos) anggota dewan saat diperiksa oleh Kasi Intel dan Jaksa Fungsional, Kejari Kajen Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Sebanyak 29 calo Bantuan Sosial (Bansos) yang membantu anggota DPRD Kabupaten Pekalongan periode 2009 – 2014 dan periode 2014-2019, mulai diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kajen, Selasa (23/2) kemarin. Karena keterbatasan jumlah jaksa, setiap harinya Kejari memeriksa 8 orang.

Kepala Kejaksaan Negeri Kajen Pekalongan (Kejari), Ahelya Abustam, menegaskan langkah Kejari yang mulai memeriksa para pembantu anggota dewan yang bertugas mendata dan membuatkan proposal untuk pencairan bansos tahun 2014.

“Hari ini ada 8 orang yang kami periksa, dari 29 orang. Kejari Kajen akan menyelesaikan kasus bansos ini hingga tuntas, karena ada dugaan penyalahgunaan. Ini juga bagian instruksi dari Jaksa Agung untuk melakukan evaluasi terhadap penggunaan dana bansos,” tegas Ahelya.

Sementara itu, terungkapnya percaloan dalam penyaluran bansos dewan tersebut, setelah sebelumnya pihak Kejari memeriksa pejabat Bagian Kesra Setda Kabupaten Pekalongan. Akhirnya diketahui bahwa calo bansos tersebut, bertugas membuatkan proposal pengajuan bansos ke Bagian Kesra Setda Kabupaten Pekalongan, setelah mendapatkan perintah dari oknum anggota dewan.