Desak DPRD Kendal Gunakan Hak Angket

Proyek Kawasan Industri Kendal

539

Selain meminta DPRD untuk menggunakan hak angket, GRBK juga meminta agar Bupati Kendal tidak lagi memperpanjang izin prinsip dan lokasi kepada PT KIK. Sebab, ada dugaan izin tersebut dimanfaatkan oleh oknum tertentu, yakni oknum dari Badan Penanaman Modal Perijinan Terpadu (BPMPT) selaku instansi yang mengeluarkan izin.

Selain itu, ada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang mengatasnamakan orang suruhan Bupati Kendal melakukan tindakan yang melanggar perundangan untuk mencari keuntungan dari pembukaan lahan KIK.

Hal senada dikatakan Nur Khamid. Dia meminta bupati untuk memanggil Kepala Desa Brangsong, Kumpulrejo, dan Sidorejo, serta Camat Brangsong dan Camat Kaliwungu. Sebab, ada dugaan tanah bengkok desa yang telah diurug oleh PT KIK tidak sesuai dengan perundangan yang berlaku.

“Tanah bengkok empat desa tersebut agar dikembalikan lagi, dan dibenahi seperti sedia kala, mengingat tanah bengkok merupakan aset desa. Jika memang ada yang menyimpang, kami akan dorong bupati untuk menyerahkan masalah tersebut ke penegak hukum agar dapat segera diproses,” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kendal Prapto Utono membenarkan jika sampai saat ini KIK baru membebaskan lahan sekitar 700 hektare. Sehingga ia minta agar PT KIK untuk menyelesaikan lahan yang telah ada tersebut agar dapat segera dibangun terlebih dahulu.

“Informasi yang kami terima, nantinya lahan tersebut akan dibangun enam perusahaan. Selain itu, izin prinsip dan lokasi yang kami ketahui tinggal 1.200 hektare. Sebab, 1.000 hektare telah habis masa perizinannya,” tandasnya.

Menurut Prapto, belum tuntasnya pembebasan lahan lantaran kurangnya komunikasi yang terjalin antara PT KIK dengan masyarakat sekitar. Sehingga tak sedikit masyarakat yang menentang terhadap pendirian KIK.

“Masyarakat luas, khususnya yang terdampak dari PT KIK selama ini banyak yang tidak bisa membedakan antara zona industri dengan kawasan industri. Kurangnya komunikasi dan sosialisasi inilah yang kemudian memicu aksi dari warga sekitar,” terangnya. (bud/aro)