Istana Brillian Jajaki Segmen Bawah

537

SEMARANG – Bisnis kue memiliki market prospektif di perkotaan, tak terkecuali di Kota Semarang. Kebutuhan masyarakat terhadap kue kian meningkat untuk dijadikan oleh-oleh yang praktis.

Salah satunya di Istana Brillian Semarang. Di pusat oleh-oleh yang terletak di Jalan Erlangga Raya nomor 11 Semarang ini memang terkenal memiliki harga cukup mahal. “Brillian memang masih tergolong mahal, harga termurahnya Rp 110 ribu. Memang, Luciana dikenal sebagai distributor kelas atas. Kenapa mahal? Karena pemilihan bahan-bahan yang digunakan juga berkualitas,” kata CEO Istana Brillian Semarang, Nanda Djoenaedy, kemarin.

Ia mengakui, segmen market Istana Brillian memang segmen kelas menengah ke atas. Meski terbilang mahal, penjualan kue Brillian dalam perjalanannya justru meningkat. Bahkan di saat iklim perekonomian lesu. Menurut Nanda, jika masyarakat telah mengakui kualitas produk tertentu, tentu produk tersebu bisa bertahan di tengah persaingan. “Ekonomi lesu, justru penjualan kami naik. Hal ini juga disebabkan karena kami memproduksi sendiri, serta menjadi distributor merek-merek ternama. Jadi, saya tahu perkembangan dunia roti seperti apa,” katanya.

Dalam perkembangannya, kebutuhan masyarakat untuk makan kue, setiap tahunnya juga semakin banyak. Sehingga produksi semakin meningkat. “Karena produksi banyak, produsen kue yang sudah lama pun tidak turun, apalagi didukung dengan kualitas yang bagus,” bebernya.

Namun demikian, Nanda mengaku selalu memberi pemahaman kenapa kue enak harganya mahal. Jika masyarakat telah mengetahui dan mengakui kualitas kue tersebut, maka harga mahal tidak akan menjadi masalah. “Tetap akan kami jelaskan kenapa harganya mahal,” katanya.

Namun demikian, Nanda mengaku tidak menutup kemungkinan pihaknya memperluas segmen. Setelah sukses menggaet segmen kelas menengah ke atas, pihaknya juga masih memikirkan rencana memperluas untuk segmen kelas menengah ke bawah. “Kami masih menyiapkan untuk itu. Harganya di bawah Brillian Super Cake,” katanya. (amu/smu)