Karet Buatan Jerman Lapisi Tangga Borobudur

643
UJICOBA: Tangga di Candi Borobudur akan dilapisi karet khusus untuk mengurangi risiko pelapukan batu karena sering diinjak pengunjung. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)
UJICOBA: Tangga di Candi Borobudur akan dilapisi karet khusus untuk mengurangi risiko pelapukan batu karena sering diinjak pengunjung. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)
UJICOBA: Tangga di Candi Borobudur akan dilapisi karet khusus untuk mengurangi risiko pelapukan batu karena sering diinjak pengunjung. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)
UJICOBA: Tangga di Candi Borobudur akan dilapisi karet khusus untuk mengurangi risiko pelapukan batu karena sering diinjak pengunjung. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)

MUNGKID—Balai Konservasi Borobudur (BKB) terus mengujicoba upaya mengurangi risiko pelapukan bebatuan candi. Setelah melapisi tangga dengan kayu, kini dicoba bahan karet. Bahan bakunya, didatangkan dari Jerman.

Kepala Seksi Layanan Konservasi BKB, Iskandar M. Siregar, mengatakan, pelapisan ini akan dilakukan pada 38 anak tangga di sisi barat Candi Borobudur. “Tujuannya sama, untuk mencegah dan mengendalikan tingkat keausan batuan candi.” Sebelumnya, pelapisan menggunakan kayu. Dia masih membandingkan antara kayu dan karet. “Nanti dipilih mana yang terbaik.”

Pelapisan menggunakan karet, baru kali pertama dilakukan pada benda cagar budaya. Utamanya, candi di Indonesia. “Jika berhasil bisa menjadi prototipe.”