Rampok Berpistol Satroni Pensiunan Kepsek

455

Sucipto lantas berusaha masuk ke dalam kamar dan ia pun langsung didorong oleh pelaku yang saat itu sedang mengobrak-abrik almari pakaian. “Saya didorong tapi tidak jauh, pelaku ganti saya dorong, tapi ia menodongkan pistolnya sambil mengancam akan membunuh,” kata Sucipto.

Saat itu Sri Rahayu berteriak-teriak minta tolong. Hal ini membuat pelaku panik. Pelaku akhirnya kabur melalui pintu belakang yang ternyata sudah terbuka. “Setelah saya cek, ternyata pelaku masuk dari pintu belakang, pintunya dirusak,” kata Sucipto.

Sucipto dan istrinya sempat mengecek barang berharga miliknya yang disimpan di dalam almari dan tidak ada yang hilang. ”Sudah saya cek, perhiasan utuh dan uang di dalam almari juga masih ada. Pelaku tidak sempat membawa kabur karena panik,” kata Sri Rahayu.

Kemudian pelaku menuju halaman samping timur, dimana motornya diparkir. Saat itu ada salah seorang warga bernama Untung, 55, yang hendak mendekat setelah mendengar teriakan korban. Namun pelaku langsung menembakkan pistolnya ke udara. “Saya takut dan tidak jadi mendekat, karena pelaku menembakkan pistolnya ke udara. Keluar asapnya,” kata Untung.

Tak lama kemudian warga berdatangan ke rumah Sucipto dan ada yang melaporkan ke Mapolres Salatiga. Sejumlah petugas dari Polsek Sidorejo dan Mapolres Salatiga datang ke lokasi guna olah TKP. Petugas juga mengambil sidik jari pelaku yang tertinggal di dalam TKP dan meminta keterangan para saksi, termasuk ciri-ciri pelakunya.

Kapolres Salatiga AKBP Yudho Hermanto melalui Kasubag Humas AKP I Nyoman Suasma mengatakan, sebenarnya kasus pencurian. Karena dipergoki pemilik rumah, pelaku menodongkan pistolnya. Namun jenis apa pistolnya belum diketahui. “Ini kategori percobaan pencurian, karena kejahatan belum selesai, tidak ada kerugian. Kami masih menyelidiki secara intensif kasus ini,” ujarnya. (sas/deb/ida)