Sampah dan Kemarahan Wali Kota Sigit

471

PAK ISK-web

Oleh: Iskandar

WALI KOTA Magelang, Sigit Widyonindito memang pantas marah. Ia marah ketika melihat tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Banyuurip begitu menggunung. Akibatnya, bau sampah sangat menyengat. “Saya kecewa melihat kondisi TPSA seperti ini. Sampah begitu menggunung dan baunya tidak sedap. Malu saya sama rakyat. Saya minta maaf pada masyarakat,” kata Sigit (Jawa Pos Radar Kedu, edisi Selasa, 23 Februari 2016)

Sekali lagi, Sigit memang pantas marah. Dan, seharusnya memang begitu. Ia pantas menegur bawahannya, karena tak maksimal mengelola TPSA. Sehingga sampah begitu menggunung dan menyebarkan aroma busuk. Sebagai wali kota dengan segudang prestasi, tentu masalah sampah menjadi salah satu prioritas penanganan. Apalagi, dengan predikat kota peraih Adipura Kencana. Sebuah prestasi yang selama ini menjadi incaran para kepala daerah di Indonesia.