Terancam 9 Tahun Penjara

553

MANYARAN – Tuntutan terhadap anggota Brimob Polda Jateng, Brigadir Supriyanto yang terlibat kasus perampokan uang Rp 4,88 miliar milik perusahaan jasa pengiriman uang PT Advantage akan segera dibacakan segera di Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Hal tersebut disampaikan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Jateng, Yuliyanto SH yang menangani perkara tersebut. Ia mengaku atas perkara tersebut agenda tuntutannya sudah dua kali gagal dibacakan karena masih menunggu rentut (rencana tuntutan) dari pimpinannya Kepala Kejati Jateng.

”Agenda sidang ke depan masih tuntutan. Memang sudah dua kali tertunda karena kami masih menunggu rentut dari pimpinan. Terdakwa sudah kami jerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan,” kata Yuliyanto.

Terpisah, Wakil Sekretaris DPC Peradi Kota Semarang versi pimpinan Broto Hastono, Soeyanto menjelaskan, berdasarkan KUHP pasal 365 tersebut dapat dijelaskan yakni pertama, terdakwa dapat diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Kedua diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika perbuatan terdakwa dilakukan pada waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya. Juga jika perbuatan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu serta jika masuk ke tempat melakukan kejahatan dengan merusak atau memanjat atau dengan memakai anak kunci palsu.

”Sementara jika perbuatan mengakibatkan kematian maka terdakwa dapat diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. Bisa juga diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup,” katanya.

Dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim, Aris Boko SH MH tersebut sejumlah saksi yang sudah dihadirkan di antaranya dua karyawan PT Advantage Semarang, Frendy Agus dan Tri Ivan yang saat bertugas didampingi terdakwa. (jks/ric/ce1)