Waspadai Praktik Pemalsuan BPKB

999

SEMARANG – Ini menjadi peringatan bagi Anda yang akan membeli mobil bekas maupun baru. Pasalnya, sekarang marak praktik pemalsuan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Seperti yang dialami Bagus Yosiyanto, 55 warga Pleburan, Semarang Selatan. Ia diduga menjadi korban pemalsuan dokumen BPKB. Padahal BPKB yang dimiliki telah diperiksa di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Semarang II Jalan Setiabudi dan dinyatakan asli.

Sebelumnya, korban tidak mencurigai BPKB mobil Honda Freed yang dibelinya dari terlapor, PA, warga Ngaliyan sejak 6 bulan lalu. Pasalnya, BPKB mobil tersebut telah diperiksa di Samsat Semarang II dan BPKB dinyatakan asli. Namun saat mobil tersebut digunakan selama empat bulan, tiba-tiba dirinya dicegat oleh penagih utang alias debt collector.

”Saya merasa ditipu, karena saat cek di Samsat itu asli. Tapi setelah saya beli kok dinyatakan BPKB ini palsu. Ini kan aneh,” katanya saat pelaporan di Polrestabes, kemarin.

Bagus menduga, penjual mobil tersebut memalsukan BPKB untuk keperluan pinjaman uang di lembaga pembiayaan (leasing) atau perbankan. Namun demikian, dirinya masih penasaran lantaran BPKB tersebut sudah diperiksa di Samsat. ”Saya menduga BPKB itu dikloning dan saya dapat yang palsu. Tapi anehnya saat dicek di Samsat kok dinyatakan asli,” ujarnya.

Ironisnya, PA yang dilaporkan diduga juga telah menggelapkan mobil Toyota Innova miliknya. Mobil tersebut awalnya dibeli dari PA lalu direntalkan oleh pelaku atas izin Bagus. Namun mobil tersebut tak kunjung kembali. Atas kerugian yang menimpa dirinya, kasus tersebut dilaporkan kepolisian untuk mendapat tindak lanjut. ”Kerugian saya total atas dua mobil itu sebesar Rp 300 juta,” katanya.

Kepala Subdirektorat Registrasi dan Identifikasi Ditlantas Polda Jateng, AKBP Sony Irawan membantah adanya oknum anggotanya di Samsat bermain dalam dugaan pemalsuan BPKB. Pihaknya menduga, dugaan pemalsuan tersebut dilakukan oleh pelaku sendiri. ”Modus penipuan itu sudah banyak memakan korban. Kami mendeteksi ada tiga kasus terkait dugaan pemalsuan BPKB dengan modus ini. BPKB palsu tidak mungkin lolos saat pengecekan di Samsat. Kami punya sistem,” kilahnya.

Pihaknya menjelaskan, modus memalsukan BPKB diduga untuk kepentingan peminjaman uang di lembaga pemberi pinjaman. BPKB asli diberikan kepada pembeli, dan BPKB palsu diberikan kepada lembaga yang memberi pinjaman. Sehingga saat tagihan menunggak dan diteliti lagi oleh lembaga pemberi pinjaman, diketahui BPKB itu palsu. ”Lembaga pemberi pinjaman harusnya jeli dalam menerima pengagunan BPKB. Harus ada surat dari Samsat terkait keaslian, tidak asal menerima BPKB,” katanya. (mha/aro/ce1)