Jangan Musuhi, Luruskan Pengikut Ajaran Sesat

1349
JATENG BERSALAWAT: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kiri), Habib Lutfi Bin Yahya (tengah), Habib Umar Muthohar (kanan), bersama jajaran pejabat Pemprov Jateng, dan ribuan pengunjung, bersalawat bareng di halaman kantor Gubernur Jateng, Selasa (23/2) kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JATENG BERSALAWAT: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kiri), Habib Lutfi Bin Yahya (tengah), Habib Umar Muthohar (kanan), bersama jajaran pejabat Pemprov Jateng, dan ribuan pengunjung, bersalawat bareng di halaman kantor Gubernur Jateng, Selasa (23/2) kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JATENG BERSALAWAT: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kiri), Habib Lutfi Bin Yahya (tengah), Habib Umar Muthohar (kanan), bersama jajaran pejabat Pemprov Jateng, dan ribuan pengunjung, bersalawat bareng di halaman kantor Gubernur Jateng, Selasa (23/2) kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JATENG BERSALAWAT: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kiri), Habib Lutfi Bin Yahya (tengah), Habib Umar Muthohar (kanan), bersama jajaran pejabat Pemprov Jateng, dan ribuan pengunjung, bersalawat bareng di halaman kantor Gubernur Jateng, Selasa (23/2) kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Jateng Bersalawat benar-benar sarat dengan nuansa religi. Tabuhan-tabuhan yang diisi lirik-lirik Islami menciptakan suasana ayem. Tidak heran jika ratusan pengunjung yang datang dari berbagai daerah enggan beranjak meski sempat diguyur hujan.

Suasana Islami itu juga diakui Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik. Pria muslim ini mengaku, seumur hidupnya, baru kali ini menemukan suasana Islam. ”Sejak lahir, saya tinggal di Inggris. Belum pernah terlibat dalam nuansa Islam seperti ini. Ini menjadi pengalaman berharga untuk saya,” tegasnya dalam gelaran bertajuk Jateng Bersalawat di pelataran kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa malam (23/2) kemarin.

Dalam acara yang dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Sekda Jateng Sri Puryono, dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Habib Umar Al-Muthohar dan ulama kharismatik dari Pekalongan, Habib Muhammad Lutfi yang memberikan tausiah lebih banyak membahas mengenai maraknya ajaran sesat.