Jangan Musuhi, Luruskan Pengikut Ajaran Sesat

1354

Hal itu menanggapi banyaknya golongan masyarakat yang mengalami krisis ideologi. Sehingga munculnya organisasi-organisisi sesat seperti Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), sindikat teroris, dan lain sebagainya. Meski begitu, mereka tidak patut dimusuhi, justru harus didekati untuk meluruskan pikiran-pikiran bengkok tersebut. Karena mereka masuk ke dalam aliran sesat itu pasti ada latar belakangnya. Entah karena ekonomi, sosial, atau alasan lain. ”Karena ideologinya kurang kuat, akhirnya mudah terpengaruh. Karena itu, kita harus meluruskan pemikiran bengkok itu. Jangan dimusuhi,” kata Habib Lutfi.

Bagi yang sudah berada di jalan yang benar, Habib Lutfi berpesan untuk selalu menjaganya. Dia menganalogikan air laut, yang meski bertubi-tubi dimasuki air sungai dari berbagai penjuru, rasanya tetap asin. Bahkan, sampah-sampah yang dibawa air sungai, tidak bisa merambah inti atau tengah laut. ”Itu artinya, lautan meiliki jati diri,” tegasnya.

Jika ingin berjihad, lanjutnya, zaman sekarang tidak perlu menggunakan pedang. Menurutnya, membangun rumah sakit, tempat ibadah, sekolahan, hingga swalayan sebagai penggerak ekonomi bawah, termasuk jihad. ”Hafal Alquran juga dokter kandungan, dokter bedah dan lainnya. Hafal hadis juga ahli transportasi, ahli pertanian dan ahli geologi,” harapnya.

Senada dengan Habib Umar Muthohar. Baginya, orang zaman sekarang kerap salah memandang orang Islam. Dipandang hobi perang, meledakkan bom bunuh diri, dan rentetan predikat buruk lainnya. ”Dari salah paham, malah mengikuti paham yang salah. Melihat Islam itu, ya kisah para nabi, terutama Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Itu ajaran Islam yang sesungguhnya,” tegas Umar.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ganjar mengaku tengah menyoroti persoalan sosial. Seperti pengembalian penghuni pekerja seks komersial (PSK) Kalijodo asal Jateng. Ganjar berencana, akan melatih mereka dengan beragam keterampilan dan keahlian agar setelah kembali ke Jateng bisa bekerja di berbagai sektor industri dan tidak kembali pada pekerjaan lamanya.

”Tugas kami menyelesaikan ini. Mari bersama-sama berusaha memecahkan sekaligus mencari solusinya. Memohon kepada Allah agar Provinsi Jateng selalu dalam keadaan aman, dijauhkan dari segala cobaan. Dan ketika cobaan datang kita mampu menghadapinya,” harapnya. (amh/ida/ce1)