Kasus DBD Naik 230 Persen

531
GIATKAN 3M: Camat Karangawen HM Syahri usai menandatangani komitmen memberantas DBD disaksikan Asisten II Windu Sunardi, Kepala Dinkes dr Iko Umiyati dan Kabid P3PL Heri Winarno. (Wahib pribadi/RADAR SEMARANG)
GIATKAN 3M: Camat Karangawen HM Syahri usai menandatangani komitmen memberantas DBD disaksikan Asisten II Windu Sunardi, Kepala Dinkes dr Iko Umiyati dan Kabid P3PL Heri Winarno. (Wahib pribadi/RADAR SEMARANG)
GIATKAN 3M: Camat Karangawen HM Syahri usai menandatangani komitmen memberantas DBD disaksikan Asisten II Windu Sunardi, Kepala Dinkes dr Iko Umiyati dan Kabid P3PL Heri Winarno. (Wahib pribadi/RADAR SEMARANG)
GIATKAN 3M: Camat Karangawen HM Syahri usai menandatangani komitmen memberantas DBD disaksikan Asisten II Windu Sunardi, Kepala Dinkes dr Iko Umiyati dan Kabid P3PL Heri Winarno. (Wahib pribadi/RADAR SEMARANG)

DEMAK-Serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang dibawa nyamuk aedes aegypti di wilayah Demak naik 230 persen. Bila pada 2014 tercatat 427 kasus dengan jumlah korban meninggal 11 orang, maka pada 2015 kasus DBD melonjak tajam menjadi 1.009 dengan korban tewas 25 orang. Sedangkan, pada awal 2016 hingga Februari ini sudah tercatat ada 108 kasus DBD dengan 1 korban meninggal, yakni warga Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Demak dr Iko Umiyati dalam rapat koordinasi (rakor) penanggulangan DBD di ruang Bina Praja, menjelaskan, berdasarkan data Dinkes setempat, DBD menyerang semua kategori usia. Untuk usia 1 tahun mencapai 5 persen, usia 1 sampai 4 tahun ada 18 persen, usia 5 sampai 14 tahun atau usia sekolah sebanyak 56 persen, usia 15 sampai 44 tahun ada 15 persen dan usia 44 tahun ada 3 persen. Sedangkan, dari segi korban DBD yang meninggal paling banyak masih balita 55 persen, usia 1 tahun 4 persen, usia 5 sampai 14 tahun ada 32 persen dan usia 15 hingga 44 tahun ada 9 persen.