Kendal Rawan Longsor dan Banjir

561

KENDAL—Masyarakat diminta waspada terhadap bencana longsor dan banjir selama musim penghujan ini. Pasalnya, ada sejumlah wilayah di Kendal rawan terhadap dua bencana alam tersebut.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, wilayah Kendal terbagi dalam tiga tipologi wilayah yang berbeda. Yakni pegunungan, dataran dan pesisir. Dua wilayah yang rawan bencana banjir dan longsor adalah daerah pegunungan dan daratan.

Beberapa daerah rawan longsor terjadi di wilayah bagian atas. Seperti Kecamatan Pageruyung, Patean, Sukorejo, dan Plantungan. Wilayah yang memiliki kerawanan tanah longsor juga di Kecamatan Singorojo, Boja dan Kaliwungu Selatan.

Sedangkan untuk wilayah yang rawan diterjang banjir adalah Kecamatan Kendal Kota, Kaliwungu, Pegandon, Brangsong, Ngampel, Patebon, Rowosari, Weleri, Kangkung, Gemuh serta Cepiring.

“Wilayah tersebut lantaran dari pemetaan BPBD menjadi lintasan sungai-sungai besar. Di antaranya Sungai Kendal, Sungai Blorong, Sungai Waridin, Sungai Kutho, serta Sungai Bodri,” ujar Plt Kepala BPBD Kabupaten Kendal, Slamet.

Meski demikian, sejauh ini belum ada bencana alam yang berarti. Slamet meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, namun tidak perlu panik. “Belum ada informasi terkait bencana, selama musim hujan tahun ini,” ujarnya, kemarin.

Dikatakannya, arus sungai di sejumlah wilayah memang mengalami peningkatan. Namun, belum sampai meluap dan merendam permukiman warga. “Harapannya tidak ada bencana, apalagi sampai memakan korban. Untuk itu, kami meminta kerjasamanya dengan masyarakat supaya mengantisipasi, setidaknya sama-sama menjaga lingkungan sekitarnya,” lanjutnya.