Korban KDRT Minta Perlindungan JPPA Unika Soegijapranata

869
MINTA KEADILAN: Karminah (kanan) saat mengadu di Jaringan Peduli Perempuan dan Anak (JPPA) Unika Soegijapranata didampingi Iwan Salomo (tengah) dari LBH Jatiraga, kemarin. (JPG)
MINTA KEADILAN: Karminah (kanan) saat mengadu di Jaringan Peduli Perempuan dan Anak (JPPA) Unika Soegijapranata didampingi Iwan Salomo (tengah) dari LBH Jatiraga, kemarin. (JPG)
MINTA KEADILAN: Karminah (kanan) saat mengadu di Jaringan Peduli Perempuan dan Anak (JPPA) Unika Soegijapranata didampingi Iwan Salomo (tengah) dari LBH Jatiraga, kemarin. (JPG)
MINTA KEADILAN: Karminah (kanan) saat mengadu di Jaringan Peduli Perempuan dan Anak (JPPA) Unika Soegijapranata didampingi Iwan Salomo (tengah) dari LBH Jatiraga, kemarin. (JPG)

SEMARANG – Korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Karminah, warga Perumahan Vila Aster Semarang, Rabu (24/2) kemarin, mengadu ke Jaringan Peduli Perempuan dan Anak (JPPA) Unika Soegijapranata Semarang. Ia minta perlindungan terkait kasus sengketa dengan mantan suaminya, Vincent, asal Belgia.

Seperti diketahui, saat ini Karminah mengajukan tuntutan pembagian harta gono-gini, nafkah serta bantuan biaya untuk kedua anaknya pasca diceraikan oleh pengusaha di kawasan Tugu Semarang tersebut.

Iwan Salomo dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jatiraga mengakui, ini merupakan kasus yang jarang dijumpai. Ada seorang wanita menuntut haknya kepada mantan suaminya yang kebetulan warga negara asing (WNA). ”Permasalahannya, kita jangan sampai kalah dengan orang asing dan warga negara Indonesia asli ini seorang perempuan dan harus dibela,” katanya.