Miniatur Pagoda dari Biji-Bijian

549
PAGODA DI MAL: Miniatur Pagoda Avalokitesvara yang terbuat dari susunan biji-bijian dipajang di lantai I Java Supermal Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PAGODA DI MAL: Miniatur Pagoda Avalokitesvara yang terbuat dari susunan biji-bijian dipajang di lantai I Java Supermal Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PAGODA DI MAL: Miniatur Pagoda Avalokitesvara yang terbuat dari susunan biji-bijian dipajang di lantai I Java Supermal Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PAGODA DI MAL: Miniatur Pagoda Avalokitesvara yang terbuat dari susunan biji-bijian dipajang di lantai I Java Supermal Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

LAMPER KIDUL — Sebuah miniatur Pagoda Avalokitesvara yang terbuat dari biji-bijian berhasil dibuat oleh sejumlah mahasisiwi sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Semarang. Miniatur tempat ibadah warga keturunan Tionghoa itu dipajang di lantai I Java Supermal Semarang. Praktis, keberadaan pagoda yang didominasi warna merah dan kuning itu pun menjadi perhatian pengunjung mal. Tak sedikit yang berfoto selfie di dekat pagoda setinggi 4 meter tersebut.

Salah seorang mahasiswi yang terlibat dalam pembuatan miniatur Pagoda Avalokitesvara, Yunita Rahmawati, menjelaskan, dalam pembuatan miniatur tersebut membutuhkan aneka biji-bijian yang setiap jenisnya dibutuhkan kurang lebih 5 kg. Di antaranya, biji kacang ijo, jagung, kacang kapri, kacang tanah, kacang panjang dan lainnya.

Yunita menambahkan, pembuatan miniatur pagoda ini membutuhkan waktu selama dua minggu yang melibatkan 25 mahasiswa yang dilakukan pada malam hari saat tidak ada jadwal perkuliahan. ”Sengaja dikerjakan malam hari, soalnya kalau siang hari kan kuliah,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.