Pemulung Temukan Uang Rp 80 Juta di TPA Jatibarang

618

BAMBANKEREP – Nasib baik dialami seorang pemulung asal Purwodadi, Min alias Kendir. Saat mengubek-ubek sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kelurahan Bambankerep, Ngaliyan, Rabu (24/2) pagi, ia mendapat rezeki nomplok uang sekitar Rp 80 juta. Uang kertas pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu terbungkus dalam tas plastik. Karuan saja, penemuan uang yang belum diketahui jumlah pasti dan keasliannya itu membuat gempar TPA terbesar di Kota Semarang tersebut.

Salah satu pemulung, Mukhlisin, membenarkan penemuan uang tersebut. ”Kata teman-teman yang ada di sana (TPA Jatibarang), uangnya pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Tadi istri saya juga diberi Rp 100 ribu,” kata Mukhlisin kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (24/2) kemarin.

Selain istri Mukhlisin, rekan Min Kendir lainnya juga mendapat cipratan rezeki. Rata-rata mendapatkan bagian Rp 100 ribu, meski tidak semua pemulung. Sebab, setelah mendapatkan rezeki nomplok itu, Min Kendir memilih pulang kampung ke tempat asalnya, Purwodadi. ”Kalau jumlah persisnya tidak tahu. Tadi teman-teman dikasih Rp 100 ribuan. Sisanya mungkin Rp 51 juta-Rp 52 juta. Setelah dapat uang, dia langsung pulang kampung,” ujarnya.

Kasus penemuan uang di TPA Jatibarang ternyata tidak hanya sekali itu terjadi. Sebelumnya, pemulung lainnya, Narno, juga pernah bernasib sama seperti Min Kendir. Saat itu, ia menemukan uang sebesar Rp 25 juta. ”Uang Rp 25 juta itu terbungkus tas kresek warna hitam. Waktu itu, sampahnya kiriman dari kompleks Sunan Kuning (SK),” kata warga Gunungpati ini.

Selanjutnya, uang temuannya itu ada yang dibawa pulang ke rumah, dan sebagian disalurkan untuk kegiatan amal. Selain itu, rezeki tersebut juga dibagikan kepada teman-temannya yang sehari-hari mengais rezeki di TPA Jatibarang. ”Teman-teman juga saya kasih. Sisanya buat saya dan disumbangkan ke musala,” akunya. (mha/aro/ce1)