Serukan Dialog untuk Tangkal Radikalisme

782
SILATURAHMI: Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, berfoto bersama dengan puluhan santriwati Pondok Pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Tuntang, Kabupaten Semarang, kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SILATURAHMI: Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, berfoto bersama dengan puluhan santriwati Pondok Pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Tuntang, Kabupaten Semarang, kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SILATURAHMI: Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, berfoto bersama dengan puluhan santriwati Pondok Pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Tuntang, Kabupaten Semarang, kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SILATURAHMI: Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, berfoto bersama dengan puluhan santriwati Pondok Pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Tuntang, Kabupaten Semarang, kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA-Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, berkunjung ke Pondok Pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Tuntang, Kabupaten Semarang kemarin. Kedatangan dubes ini untuk bersilaturahmi sekaligus mempererat hubungan kedua negara, serta menangkal radikalisme yang dirasa terus berkembang.

“Saya sudah 16 bulan bertugas di Indonesia. Ini kunjungan pertama saya ke Salatiga dan sangat menyenangkan melihat toleransi yang masih bagus di sini. Meski ada bom beberapa waktu lalu, namun secara umum di sini sangat bagus dibandingkan negara negara lainnya. Ini merupakan hal positif,” jelas Moazzam.

Menurut dia, ke depan Indonesia merupakan negara yang memiliki posisi yang penting di dunia. Karena itu, Pemerintah Inggris bermaksud lebih meningkatkan upaya kerja sama dengan Indonesia. “Indonesia negara dengan umat Islam terbesar di dunia, namun sudah moderat dan toleran. Kalau di Inggris, umat Islam hanya 5 persen atau sekitar 3 juta penduduk,” jelas dia.