28,27 Persen Lulusan PT Menganggur

1147

MAGELANG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang mencatat tingkat pengangguran di Kota Magelang tahun 2017 sebesar 6,15 persen. Namun jika dilihat dari jumlah lulusan di tiap jenjang pendidikan, pengangguran terbanyak dari lulusan perguruan tinggi yang mencapai 28,27 persen.

Sementara lulusan SMA yang belum mendapatkan pekerjaan sebanyak 28,11 persen. Serta lulusan SMK yang belum terserap dunia usaha dunia industri (dudi) 18,36 persen.

Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Disnaker Kota Magelang Saleh Apriyanto diwakili Kasi Informasi Pasar Kerja Kusni Bintari mengatakan, kualifikasi kompetensi yang rendah menyebabkan lulusan perguruan tinggi di dunia kerja kurang berdaya saing. Temuan ini didapatkan setelah melakukan komunikasi ke beberapa perusahaan.

“Setelah kami tanya dengan banyak human resourcces department (HRD) dari perusahaan, lulusan perguruan tinggi atau universitas cenderung kurang dalam kualifikasi kompetensi selain pada bidang ilmunya. Seperti public speaking, interpersonal relation, komunikasi, dan kerja sama tim. Sehingga kurang bisa bersaing dalam dunia kerja karena hanya mengandalkan ijazah,” katanya, kemarin.

Di sisi lain, jumlah penggangguran juga digolongkan berdasarkan umur. Ia menyebutkan, jumlah pengangguran di umur 15-19 tahun sebanyak 26, 59 persen, umur 20-24 tahun sebanyak 16,93 persen, dan umur 25-29 tahun sebanyak 15,29 persen.

Masih menurut Bintari, selama ini pihaknya berupaya menekan jumlah pengangguran. Ia mengaku, beberapa program penyaluran tenaga kerja telah dilakukan. Di antaranya melalui kegiatan job fair dan pengantar kerja.

Job fair dilaksanakan setiap setahun sekali, sebagai upaya mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan dalam satu acara yang berlangsung dua hari. Sedangkan pengantar kerja adalah memberikan bimbingan dan penyaluran ke tempat kerja. Selain itu, kami juga melaksanakan pelatihan kewirausahaan bagi pengangguran,” bebernya.

Adanya program itu, diklaim, dapat mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Kota Sejuta Bunga. Ia menyebutkan, jumlah pekerja yang disalurkan melalui program pengantar kerja sejak Januari-November 2017 tercatat sekitar 400 pekerja dari sekitar 500 calon pekerja yang mengikuti program. Ada juga tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ke luar negeri 28 orang.

“Tujuan negaranya seperti Singapura, Malaysia, Hongkong, dan Taiwan,” tuturnya.

Saat ini pula, ada kendala terhadap penyaluran tenaga kerja. Sebagian pengangguran yang ada justru menolak bekerja di luar daerah, maupun di luar negeri. “Padahal, mereka tidak mendapatkan kesempatan bekerja di wilayah Kota Magelang.”

Pihaknya menargetkan, pada 2021 mendatang, angka pengangguran di Kota Magelang turun menjadi 6 persen. (mg3/put/lis)