Ajak Pemilih Pemula Perangi Hoax

596
PERANGI HOAX: Ketua Panwaslu Kabupaten Kendal, Ubadailah menyampaikan pemaparan terkait berita hoax jelang Pilkada ataupun Pileg. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERANGI HOAX: Ketua Panwaslu Kabupaten Kendal, Ubadailah menyampaikan pemaparan terkait berita hoax jelang Pilkada ataupun Pileg. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Semakin dekatnya pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Tengah pada tahun 2018 mendatang, membuat panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kendal mengajak generasi muda untuk memerangi hoax, dan tidak terpancing dengan isu-isu politik yang menyangkut sara.

Ketua Panwaslu Kabupaten Kendal, Ubadailah mengatakan jika semakin dekatnya dengan tahun politik yakni (Pilgub) Jawa Tengah, Pileg tahun 2019, dirinya mengajak genarasi muda melalui organisasi pemuda yang ada di Kendal untuk menciptakan pemilu yang berkualitas dan baik.

“Berita hoax yang terbesar, bisa menjadi ajang black campaign, sehingga generasi muda harus bisa menjadi pemilih yang cerdas,” katanya usai rapat koordinasi pemetakaan  kerawanan politik dan peran  serta  pengawasan antisipatif, di Hotel Sae Inn, Rabu (21/11) kemarin.

Selain berita hoax, lanjut dia, masyarakat juga diharapkan mengawasi pemilu agar berjalan dengan jujur dan adil. Menurut dirinya dengan dikumpulkannya beberapa organisasi kepemudaan yang ada di Kendal,  diharapkan bisa ikut pengawasan  antisipatif, terhadap  pelanggaran pemilu baik  Pilgub maupun Pileg. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan pemilu yang berkualitas, caranya adalah ikut melakikan pengawasan,” ucapnya.

Pihaknya juga menegaskan, jika ditemukan di lapangan ada oknum anggota Panwas yang   meminta  uang  rokok dan lain sebagainya  agar   melapor ke Panwas Kabupaten, jadi  tidak hanya panwas yang mengawasi namun  masyarakat  juga  silahkan mengawasi kami kalau ada  okom yang melanggar akan kami lakukan tindakan. “Kami siap menerima laporan dari warga terkait apapun, termasuk petugas nakal, ataupun black campaign yang tersebar ditengah masyarakat,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kendal, Agus Umar menerangkan jika berita hoax sering muncul semakin dekatnya Pilkada ataupun Pileg, hal tersebut dilakukan oknum yang tidak bertanggungjwab untuk memecah belah persatuan ataupun menjatuhkan salah satu tokoh politik. “Sebagai generasi milineal, hal tersebut tentu harus diantisipasi. Mereka harus menyaring dan mencari kebernarannya, tidak asal mempercayai apalagi menyebar isu, karena bisa jadi malah menjadi korban dari UU ITE,” tambahnya. (den/bas)