Cekcok, “Bom” Meledak

742
OLAH TKP: Petugas Polres Temanggung memasang garis polisi di rumah kos pasutri Khaerudin dan Sutiyah, di Dusun Pandesari RT 03/08 Kelurahan Parakan Wetan Kecamatan Parakan, Kamis (23/11) kemarin. (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)
OLAH TKP: Petugas Polres Temanggung memasang garis polisi di rumah kos pasutri Khaerudin dan Sutiyah, di Dusun Pandesari RT 03/08 Kelurahan Parakan Wetan Kecamatan Parakan, Kamis (23/11) kemarin. (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)

TEMANGGUNG—Pada Rabu (22/11) malam, sekitar pukul 23.00, warga Dusun Pandesari RT  03 RW 08 Kelurahan Parakan Wetan, Kecamatan Parakan, Temanggung, dikejutkan dengan suara ledakan mirip bom. Getaran ledakan menyebabkan kaca di rumah rumah kos yang dihuni sepasang kekasih bernama  Khaerudin, 27, dan  Sutiyah, 37, hancur berkeping-keping.

Ledakan pada malam hari itu juga menyebabkan  kerusakan di bagian plafon,  genteng, jendela, dan lantai rumah. Khaerudin dan Sutiyah pun mengalami luka serius. Ledakan juga menyebabkan tetangga kos Khaerudin-Sutiyah mengalami luka. Yakni, Dani Prasmawati.

Apa penyebab ledakan dahsyat itu? Ternyata, bermula dari “perang mulut” antara Khaerudin dan kekasihnya,  Sutiyah.  Khaerudin, warga pendatang asal Desa Tamanrejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal. Sedangkan   Sutiyah, asli  Dusun Domangan, Desa Tuksari, Kecamatan Parakan.

Keduanya sepasang kekasih yang sama-sama tinggal di rumah kos tersebut.  Timbulnya ledakan, bermula saat Khaerudin cekcok dengan Sutiyah.  Karena emosi, Sutiyah membanting karung berisi serbuk mercon milik Khaerudin. Ia  membeli  serbuk mercon 0,5 kilogram untuk memproduksi mercon pada  Lebaran 2017 lalu. Ia membelinya dari seorang teman.

Serbuk mercon yang saat ini berada di kamar kosnya, merupakan sisa produksi pada Lebaran  lalu. Ia menyimpannya di dalam karung bersama kabel-kabel bekas.

Dani Prasmawati, saksi mata yang juga tetangga kos Khaerudin-Sutiyah menuturkan, ia  melihat keduanya tengah cekcok.  Khaerudin dikejar oleh Sutiyah. Khaerudin lantas lari dan masuk ke dalam kamar saksi.

“Khaerudin membuka paksa kamar saya, mengetuk pintu, langsung masuk kamar saya minta tolong. Lalu, Sutiyah ikut masuk,  sambil membawa karung berisi obat mercon membanting-banting hingga empat kali, hingga meledak,” akunya.

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo menjelaskan, karena dibanting-banting oleh Sutiyah, serbuk mercon meledak. Ledakan bahan peladak itu menyebabkan getaran kencang. Akibatnya, selain kerusakan rumah, Khaerudin dan Sutiyah juga menderita luka bakar. Mata saksi  Dani Prasmawati pun, terkena benda akibat ledakan.

Atas kejadian itu, Kamis (23/11)  pagi kemarin, Tim Penjinak Bom Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Jateng dan Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Semarang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan. Rumah kos korban sudah dipasangi police line.

AKBP Maesa Soegriwo melanjutkan, berdasarkan keterangan dokter, Khaerudin dan Sutiyah terkena serpihan pasir atau bubuk mercon. “Korban juga  terkena panas atau api, sehingga kulitnya melepuh.” Korban juga mengalami  luka lecet di sekujur tubuhnya.  Saat ini keduanya dirawat di  PKU Muhammadiyah Parakan. (san/isk)