Kantor Bupati Kendal Terendam Banjir

843

KENDAL – Tingginya curah hujan pada Rabu (22/11) malam kemarin, membuat kompleks perkantoran Bupati Kendal direndam air setinggi 40 centimeter Kamis (23/11) siang kemarin. Selain kantor Bupati Kendal, banjir juga menggenangi ratusan rumah warga di dua kelurahan yakni Petukangan dan Pekauman, Kecamatan Kendal Kota.

Akibat banjir yang menggenangi seluruh kompleks, mulai dari Pendopo Kabupaten hingga sekitar Rumah Dinas Bupati Kendal, ini berakibat mengganggu aktivitas pegawai yang hendak masuk kerja. Selain itu satu sekolah yakni SMA Al Hidayah misalnya, sekolah yang berada di pinggir Kali Kendal pun tergenang. “Kalau lantai bawah sebagian tergenang seperti ruang guru air masuk, sedangkan untuk ruang kelas sebagian di lantai dua jadi tidak menganggu proses belajar mengajar,” kata  Eko penjaga sekolah.

Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Kendal, M Toha mengatakan jika bajir yang ada di Kabupaten Kendal terjadi lantaran pintu  saluran air  di Kali Kendal tidak berfungsi normal, sehingga meluber ke perkampungan dan komplek kantor Bupati Kendal. “Pintu saluran air tidak berfungsi dengan normal. Rencananya kami juga akan menganggaran pembelian pompa air untuk mengurangi genangan air yang sering melimpas rumah warga dan area perkantoran,” katanya.

Ia menerangkan di kompleks perkantoran Bupati Kendal ini memang kerap terjadi, jika hujan lebat hingga Sungai Kendal meluap. Luapan dari sungai Kendal ini masuk ke kompleks perkantoran melalui saluran air. “Secepatnya akan kami anggarakan agar genangan air yang ada cepat surut,” bebernya.

Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kendal Slamet mengatakan banjir kali ini diakibatkan luapan Kali Kendal yang tidak bisa menampung debit air yang tinggi. Hal tersebut terjadi lantaran sendimentasi sungai cukup tinggi yang menyebabkan aliran sungai meluber. “Dari pemantauan ada dua Desa yang terdampak banjir yakni Patukangan dan Pekauman. Warga hingga saat ini masih bertahan tidak ada titik pengungsian karena air akan surut dalam hitungan jam,” jelasnya.

Terkait curah hujan yang masih cukup tinggi, lanjut Slamet, pihaknya terus melakukan pemantauan di tiga Bendungan yang ada di Kabupaten Kendal yakni Trompo, Juwero dan Kedung pengilon masih normal. “Ketinggian yang terpantau BPBD Kendal mencapai 160 centimeter dan termasuk dalam kategori aman,” bebernya.

Jumani, Warga Patukangan mengatakan jika banjir di wilayahnya adalah banjir langganan dan terus terjadi saat memasuki musim hujan. Ia mengaku  aktivitas  warga kerap terganggu  akibat  banjir tersebut. Warga yang hendak keluar rumah harus menerobos genangan air setinggi 40 centimeter. “Kalau banjir besar terjadi jika daerah atas hujan deras, kami harap ada pemecahan masalah karena banjir terus berulang,” harapnya. (den/bas)