Integrasi Imtaq dengan Materi Peluang

2865
Oleh: Sutarsih SPd
Oleh: Sutarsih SPd

MATEMATIKA adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Salah satu manfaat mempelajari matematika dalam penerapan kehidupan sehari-hari adalah menyelesaikan masalah dengan menggunakan pendekatan konsep matematis. Matematika yang oleh sebagian peserta didik dianggap momok menakutkan, seharusnya tidak hanya berorientasi pada capaian penguasaan materi saja. Melalui pelajaran matematika ternyata bisa digali pendidikan karakter nilai-nilai islami (kerangka berpikir religius) untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik, dengan mengintegrasikan kompetensi dasar yang ada. Guru sebagai pendidik dituntut kreatif dan inovatif dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama (imtaq) ke dalam setiap materi pelajaran.

Salah satu kompetensi dasar mata pelajaran matematika pada materi peluang adalah peserta didik dapat menentukan peluang suatu kejadian. Dalam matematika, kata peluang digunakan untuk memperkirakan seberapa besar suatu kejadian akan berlangsung. Peluang suatu kejadian yang diinginkan adalah perbandingan banyaknya kemungkinan-kemungkinan yang muncul dengan semua hasil yang mungkin pada suatu kejadian.

Untuk mengilustrasikan dan memahami aturan-aturan dan bahasa dalam ilmu hitung peluang, akan diberikan contoh beberapa kejadian dari percobaan pengambilan sebuah kartu secara acak dari dalam kotak berisi 7 kartu yang diberi nomor 1, 2, …, 7. Berapa peluang terambilnya kartu bernomor 2? Karena setiap kartu dari 7 kartu yang ada masing-masing mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih, maka peluang terambilnya kartu bernomor 2 tentunya 1/7.

Berapa peluang terambilnya kartu bernomor ganjil? Dari 7 kartu tersebut bilangan ganjilnya ada 4, yaitu angka 1, 3, 5, atau 7. Karena peluang terambilnya masing-masing nomor adalah 1/7, maka total peluang terambilnya  kartu bernomor ganjil adalah 4/7.

Probabilitas

Peluang atau kebolehjadian atau dikenal juga dengan probabilitas adalah cara untuk mengungkapkan pengetahuan atau kepercayaan bahwa suatu kejadian akan berlaku atau telah terjadi. Dalam kehidupan sehari-hari misalnya dalam penghitungan peluang kemungkinan turunnya hujan. Jika peluang dihitung secara kualitatif “kemungkinan besar hari ini turun hujan”, atau secara kuantitatif “kemungkinan hari ini turun hujan diperkirakan 75 persen”.

Sehingga ditarik kesimpulan jika berbicara tentang peluang, maka di hadapkan dalam suatu kondisi yang belum pasti, tetapi bisa memberikan prediksi seberapa besar keyakinan suatu peristiwa bisa terjadi. Peluang atau probabilitas suatu kejadian adalah angka yang menunjukkan kemungkinan terjadinya suatu kejadian. Kisaran nilai peluang di antara 0 dan 1. Kejadian yang mempunyai nilai peluang 1 adalah kejadian yang pasti terjadi atau sesuatu yang telah terjadi (kepastian). Misalnya, kejadian matahari tenggelam di sebelah barat. Sedangkan suatu kejadian yang mempunyai nilai peluang 0 adalah kejadian yang mustahil atau tidak mungkin terjadi (kemustahilan). Misalnya, kejadian pohon pisang berbuah anggur. Semakin besar nilai peluang (semakin mendekati 1), maka suatu kejadian semakin mungkin terjadi.

Berdasarkan uraian di atas, jika diintegrasikan dengan imtaq, bahwa peluang atau probabilitas ini merupakan ilustrasi dari semua kejadian yang ada di alam semesta. Semua yang terjadi di alam semesta tidak terlepas dari kehendak Allah SWT, segala sesuatu yang terjadi itupun manusia sifatnya hanya berusaha memperoleh peluang dari apa yang diinginkan, dengan senantiasa berdoa dan tidak lepas dari ketentuan Allah SWT. Pokok bahasan peluang dapat diintegrasikan dengan ayat-ayat Alquran, hal ini pernah diterbitkan Depdiknas pada 1999, seperti firman Allah SWT dalam surat Yasin ayat 82: “Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia mengehendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, Jadilah! Maka jadilah”.

Allah SWT menerangkan betapa mudah bagi-Nya menciptakan sesuatu. Apabila Ia berkehendak menciptakan sesuatu makhluk, cukuplah Allah SWT berfirman: “Jadilah”, maka dengan serta merta terwujudlah makhluk itu. Allah SWT tidak akan pernah merasa susah atau kesulitan melakukan apapun, termasuk mengabulkan semua doa yang dipanjatkan oleh manusia. Allah SWT selalu mempunyai rahasia dan cara tersendiri dalam mengabulkan doa kita. Sesungguhnya sesuatu yang baik dan buruk yang terjadi pada kita adalah atas kehendak Allah SWT, dan pasti ada hikmah dari setiap kejadian.

Ada beberapa nilai  didik dalam pembelajaran peluang yang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan, yakni tentang takdir, ikhtiar, doa dan tawakal. Allah SWT telah memberikan setiap makhluk-Nya takdir hidup. Takdir itu dapat diubah oleh seseorang jika ia berusaha dan berikhtiar serta selalu berdoa kepada Allah SWT. Namun setelah ia ikhtiar dan berdoa ia menyerahkan seluruh hasilnya kepada Alloh SWT sebagai bentuk tawakalnya.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak kejadian yang terjadi di luar kendali manusia. Oleh karena itu, sebagai penghayatan terhadap takdir, ikhtiar, doa dan tawakal, maka kewajiban manusia hanya bisa melakukan sesuatu sebaik mungkin dan hanya mampu memprediksi kemungkinan yang akan terjadi. Adapun ukuran baik buruknya adalah norma yang tercantum pada Alquran dan Hadist, senantiasa tekun, bersungguh-sungguh, berdoa, bertawakal. Bersyukur dan tidak sombong jika berhasil serta tidak berputus asa jika belum berhasil. (*/aro)

*Guru SMA Negeri Sokaraja