Karyawan KSOP Jalani Tes HIV/Aids

993
PERIKSA DARAH: Kasie Keselamatan Berlayar, Patroli, dan Penjagaan (KBPP) Dr Djemmy R Sumakud dilakukan pemeriksaan darah oleh dokter Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kemarin. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERIKSA DARAH: Kasie Keselamatan Berlayar, Patroli, dan Penjagaan (KBPP) Dr Djemmy R Sumakud dilakukan pemeriksaan darah oleh dokter Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kemarin. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG- Sebanyak 70 karyawan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas I Tanjung Emas, Semarang, kemarin (24/11), diperiksa oleh tim medis Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Emas. Pemeriksaan meliputi tes tekanan darah,  gula darah, dan tes HIV/Aids.

Dalam pemeriksaan tersebut, tidak hanya dilakukan pada karyawan laki-laki, tetapi juga perempuan. Apabila diketahui mengidap penyakit HIV/Aids, akan dilakukan karantina dan dilakukan pengawasan secara intensif.

“Bagi karyawan yang diketahui (HIV/Aids), maka akan dilakukan pengawasan secara intensif dan dilakukan karantina,” kata Kasie Keselamatan Berlayar, Patroli dan Penjagaan (KBPP) Dr Djemmy R Sumakud.

Djemmy mengatakan, antisipasi penyakit  HIV/Aids merupakan tanggungjawab bersama, dan bukan hanya tanggungjawab pemerintah. Semua masyarakat harus terlibat secara langsung.

“Aids itu merupakan penyakit yang sampai saat ini belum ada obatnya. Sehingga perlu adanya keseriusan dalam penanganannya. Dengan begitu, orang yang mengidap bisa terpantau,” ujarnya.

Dikatakan, penularan HIV/Aids sendiri lebih kepada warga berusia 36 sampai 45 tahun, atau pada usia produktif. Penularannya tidak secara langsung, tetapi  membutuhkan waktu yang relatif lama. “Penularan HIV/Aids itu tidak secara langsung, tetapi membutuhkan rentang waktu yang lama,” jelasnya.

Dokter Endang Purwaningsih dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, mengatakan,  pemeriksaan darah sifatnya rahasia yang dilakukan antara dokter dengan pasien. “Karena sifatnya rahasia, maka untuk pemberitahuan hasilnya dilakukan lewat telepon dengan pasien secara langsung,” katanya. (hid/aro)