Pedagang Buku Stadion Diponegoro Bertahan

918
ENGGAN DIRELOKASI: Kios pedagang buku di sekitar Stadion Diponegoro yang masih bertahan. Mereka minta tak direlokasi ke lantai 3 Pasar Bulu hingga beberapa tahun ke depan. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ENGGAN DIRELOKASI: Kios pedagang buku di sekitar Stadion Diponegoro yang masih bertahan. Mereka minta tak direlokasi ke lantai 3 Pasar Bulu hingga beberapa tahun ke depan. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG– Para pedagang buku di kawasan Stadion Diponegoro Semarang hingga saat ini masih bimbang dan terkesan belum sepenuhnya menerima relokasi yang ditawarkan oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang. Mereka sebagaimana direncanakan akan direlokasi di lantai 3 Pasar Bulu Semarang. Para pedagang menerima dengan mengajukan beberapa syarat.

“Kami mau direlokasi di Pasar Bulu lantai 3. Tetapi kami meminta diizinkan untuk tetap berjualan di areal Stadion Diponegoro untuk beberapa tahun ke depan,” kata salah satu pedagang buku di kawasan Stadion Diponegoro Semarang, Feri Susanto.

Alasan mengapa mereka tetap ingin berjualan di Stadion Diponegoro karena untuk penyesuaian selama masa peralihan. Masa peralihan ini diperlukan untuk mengenalkan tempat baru kepada pelanggan maupun masyarakat.

“Apalagi selama ini, kondisi Pasar Bulu sepi. Para pelanggan yang selama ini telah mengenal area Stadion Diponegoro sebagai sentra penjualan buku di Kota Semarang,” katanya.

Kalau kondisi sudah berangsur normal, kata dia, pedagang buku di Stadion Diponegoro Kota Semarang bersedia menempati lantai 3 Pasar Bulu sebagaimana direncanakan Dinas Perdagangan Kota Semarang. Selain itu, ia meminta para pedagang kompak agar tidak berpencar.

“Karena membuka tempat baru jelas tidak gampang. Maka dari itu, teman-teman harus kompak. Di sini tetap buka dulu, di sana (Pasar Bulu) dibuka sebagai pengenalan. Istilahnya diizinkan buka cabang,” ujarnya.