Harus Tunda Pesta

641

Hasilnya cukup lumayan. Bomber Aldaier nyaris mencetak gol andai sepakan kaki kanannya tidak diselamatkan tiang gawang PSMS. Babak kedua skor masih imbang 0-0 dan mmeaksa wasit memainkan babak tambahan waktu 2×15 menit.

Petaka bagi PSIS datang di masa tambahan waktu babak kedua. Keasyikan menyerang, Frets Listanto mampu membawa tim Ayam Kinantan unggul melalui tembakan keras kaki kanannya. Tak puas hanya unggul satu gol, PSMS menambah gol mereka melalui Dimas Drajat yang sekaligus mengakhiri laga semifinal dengan keunggulan 2-0.

“Kami sebenarnya berhasil menguasai permainan. Tapi itulah sepak bola, meskipun kami menghasilkan banyak peluang, namun PSMS akhirnya berhasil unggul,” kata Subangkit kepada Jawa Pos Radar Semarang usai laga.

Meskipun peluang untuk promosi masih terbuka, Subangkit wajib mengangkat mental bertanding anak asuhannya untuk menghadapi laga hidup mati versus Martapura FC. “Apapun akan kami lakukan untuk mengangkat mental anak-anak. Karena pertandingan terakhir kami masih membutuhkan kerja keras tim,” ujarnya. (bas/aro)