Tanggap, Tanggon, Trengginas

2269
LATIH TANGGAP: Seluruh personel kepolisian Resort Magelang Kota, Minggu (26/11) kemarin, mengadakan outbond dan simulasi latihan tanggap penanganan korban bencana alam di lokasi rafting Kali Progo. (HUMAS POLRES MAGELANG KOTA UNTUK JP RADAR KEDU)
LATIH TANGGAP: Seluruh personel kepolisian Resort Magelang Kota, Minggu (26/11) kemarin, mengadakan outbond dan simulasi latihan tanggap penanganan korban bencana alam di lokasi rafting Kali Progo. (HUMAS POLRES MAGELANG KOTA UNTUK JP RADAR KEDU)

MAGELANG–Semakin tingginya intensitas hujan yang berpotensi terjadinya bencana alam, baik banjir maupun bencana alam lainnya, membuat satuan Kepolisian Resort Magelang Kota bersiap.  Seluruh jajaran personel Polres Magelang Kota, Minggu (26/11) kemarin, dibekali keterampilan melalui simulasi penanganan korban bencana di lokasi rafting Kali Progro, sebuah hotel berbintang.

Kepala Sub-Bagian Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Wardiani, Minggu (26/11), mengatakan, melalui kegiatan tersebut,  anggota Polri dituntut tanggap, tanggon, dan trengginas. “Tanggap berarti memiliki intelektualitas yang tinggi, keahlian, kemampuan, pengetahuan, dan profesionalisme. Tanggon, memiliki mental yang membaja, tangguh, tough; dan Trengginas, memiliki fisik dalam arti luas bisa mengemban tugas-tugas di berbagai medan, situasi di berbagai keadaan,”

Esti menjelaskan, sebelum kegiatan simulasi, dilakukan kegiatan outbond terlebih dahulu. Di antaranya, memindahkan gelas, pengambilan hulahop, dan memindahkan bola dengan pipa paralon. Tujuan permainan tersebut,  untuk memupuk kekompakan dan mampu menciptakan problem solving secara tepat. Serta menumbuhkan rasa bahwa setiap orang punya peran.

“Setelah itu, simulasi penanganan korban hanyut di Sungai Progo, dengan APP oleh Kasat Sabhara AKP Sunardi dan instruktur Ipda Sugianta cara menggunakan kelengkapan alat untuk menolong korban hanyut di sungai.” Selanjutnya, dari Kasi Dokkes Polres Magelang Kota dr. Trinsna membantu melakukan visum dan pertolongan pertama, membawa korban dengan mobil kesehatan Biddokes.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengatakan, pelatihan ini sebagai pedoman skill, knowledge, dan attitude anggota kepolisian. “Karena  tanpa  dilatih, personel tidak akan menghasilkan sesuatu yang tepat.” Kapolres berharap, melalui pelatihan ini, maka seluruh personel tumbuh suatu kebersamaan dalam dinas dan satu persepsi. “Yakni, satu misi-visi dalam dinas.”

Wakil Kepala Polres  Magelang Kota, Kompol Prayudha Widiyatmoko mengatakan, kegiatan seperti itu diharapkan dapat merekatkan antaranggota tiap fungsi agar lebih kompak. “Harapan ke depan, agar Polres Magelang Kota dapat memberikan yang terbaik untuk masyarakat.” (cr3/isk)