Berharap ‘Hujan’ Dana Untuk Bangun RS

1138
RESMIKAN : Din Syamsuddin didampingi Ketua PDM Batang Nasikhin beserta ketua Muhammadiyah Jawa Tengah dan Ketua Pembangunan RS Muhammadiyah Batang, saat peletakan batu pertama, Minggu (26/11). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
RESMIKAN : Din Syamsuddin didampingi Ketua PDM Batang Nasikhin beserta ketua Muhammadiyah Jawa Tengah dan Ketua Pembangunan RS Muhammadiyah Batang, saat peletakan batu pertama, Minggu (26/11). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Ketua Panitia Pembangunan Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Batang (RS PKU MB) dr Kusdarmaji berharap ada ‘hujan’ bantuan dana dari umat. Agar  pembangunan Rumah sakit terserbut bisa segera rampung, sehingga bisa segera melayani warga Batang.

“Tujuan utama mendirikan rumah sakit ini untuk membantu menyehatkan masyarakat, serta membantu Pemerintah Kabupaten Batang di bidang kesehatan. Semoga ada hujan dana segera ke rumah sakit ini,” harapnya saat ground breaking pembangunan Rumah Sakit Islam ( RSI ) Muhamadiyah Kabupaten Batang,  di Jalan KH Hasyim Ashari yang dihadiri oleh Bupati Batang Wihaji dan jajaran Forkopimda, pada Minggu (26/11).

Dijelaskan dokter senior ini, rumah sakit dibangun di lahan seluas 5.000 m2, dengan bangunan 3.500 m2. Fasilitasnya terdiri dari 165 tempat tidur pasien. Selain itu juga memiliki keunggulan di bidang kardiointerfensi, bidang radiasi terapi dan di bidang urologi.

Membutuhkan dana kurang lebih Rp 50 miliar, pihaknya sepakat bukan Peseroan Terbatas (PT), akan tetapi dengan sistem wakaf dan amal dari umat. Sebelumnya juga sudah dilakukan program sumbagan dana melalui Lazis MU, denggan sistem Sehari Minimal Seribu (SMS) atau sampai satu juta per jamaah atau keluarga. Gerakan wakaf SMS menjadi ikon dalam penggalangan dana pembangunan RSl. Selain mudah diingat, pelaksanaannya juga fleksibel. Dalam beramal, warga tidak merasa terbebani, bahkan semakin terpacu untuk menabung setiap hari.

“Sebenarnya jika dibanguan dengan PT, kami sanggup membangunnya sendiri, namun kami ingin rumah sakit ini menjadi milik umat bukan pribadi,” serunya semangat.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Batang, Nasikhin  mengaku sangat bersyukur karena rencana besar ini mulai menunjukkan tanda-tanda akan bergerak mencapai target dan sasaran. Karena pihaknya memang berharap rumah sakit terserbut bisa segera berdiri dan membantu warga Batang.

Dikatakan Nasikhin yang juga Sekretaris Daerah ini, bahwa di Batang tidak hanya Muhammadiyah saja yang sedang membangun rumah sakit, organisasi islam lain yaitu Nahdlatul Ulama juga sedang membangun rumah sakit. Dirinya berharap, semua pihak saling mendukung, tanpa memandang golongan, karena semua ini juga untuk warga Batang.

“Mari bersama NU dan Muhammadiyah, saling bahu membahu menyehatkan warga Batang,” tegasnya.

Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Muhammad Sirajuddin Syamsuddin ( Din Syamsuddin) yang turut menjadi tamu kehormatan dalam ground breaking RS PKU Muhammadiyah Batang sangat bangga dengan jamaahnya.

“Karena  organisasi Muhammadiyah memang organisasi yang mandiri, karena wakaf kita menjalankan ajaran agama untuk tangan diatas yang memberi, melayani lebih baik dari pada menerima,” katanya.

“Kami mohon wakaf ini dan etos ini untuk kita dipertahankan, karena inilah yang akan menjamin kelestarian dan eksisteni Muhamaddiyah pada masa – masa yang akan datang,” imbuh mantan Ketua PP Muhammdiyah ini.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji juga megucapkan terima kasih dengan Muhammadiyah karena dibangunnya rumah sakit tersebut. Diakui bupati, kebutuhan kamar di batang masih sangat kurang, dengan jumlah penduduk sekitar 800 ribu orang, seharunya tersedia 800 kamar perawatan. Namun kini baru ada 500 kamar, dari 4 rumah sakit yang ada.

“Pembangunan rumah sakit merupakan salah satu wujud untuk membantu pemerintah daerah dalam pelayanan kesehatan, yang tentunya Pemda akan terus mendorong dan membantu untuk secepatnya berdiri. Salah satunya dengan memberikan bantuan dana Rp 500 juta,” ungkap Bupati.(han/zal)