Bupati Terharu saat Lepas 5 Keluarga Transmigran

815
SANTUNAN : Mewakili Pemkab Batang, Bupati Wihaji berikan bantuan kepada keluarga transmigran asal Batang yang akan berangkat ke Kaltim. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
SANTUNAN : Mewakili Pemkab Batang, Bupati Wihaji berikan bantuan kepada keluarga transmigran asal Batang yang akan berangkat ke Kaltim. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Perasaan terharu, sampai tidak bisa membendung tetesan air mata terjadi saat Bupati Batang Wihaji, melepas lima keluarga transmigran yang akan berangkat ke Kalimantan Timur (Kaltim), di kantor bupati, Senin (27/11).

“Saya yakin para transmigran sudah melakukan renungan panjang serta yakin ada tempat yang baik nantinya di Kalimantan Timur. Kami pemerintah tentunya berikan fasilitas dan memonitoring transmigran sesuai dengan program nya,” jelas Bupati Wihaji.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan Satu Pintu dan Tenaga kerja, Tranmigrasi ( DPMPTSP dan Nakertrans) Sri Purwaningsih mengatakan, transmigrasi ini merupakan program tahun 2017 melalui pola sharing APBD Provinsi Jawa Tengah sebanyak 100 KK (kepala keluarga). Pemkab Batang memberangkatkan 5 KK dengan daerah tujuan Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Balungan Kalimantan Timur.

“Ada 44 KK yang sudah mendaftarkan diri sebagai transmigran, namun hanya lima yang memenuhi persyaratan,” jelas Sri Purwaningsih.

Lima transmigran tersebut yaitu keluaraga Dul Basar terdiri dari 5 orang  asal Keluarahan Watusalit Kecamatan Batang, Suparno Dukuh Sipelem Desa Tersono Kecematan Tersono  dengan jumlah angota 2 orang, Nur Hata dari Desa Sengon Kecamatan Subah dengan anggota keluarga 3 orang, Rio Susanto dari Desa Jolosekti Kecamtan Tulis dengan nggota keluarga 2 orang dan Slamet Desa Sengaon Kecamatan Subah dengan jumlah keluarga 2 orang.

Mereka yang mengikuti program tranmigrasi berdasarkan keinginan warga sendiri.

Para transmigran mendapat fasilitas uang pembinaan sebesar Rp 5 juta. Juga diberikan tanah satu hektare dan rumah. Selanjutnya mendapatkan biaya hidup selama 1,5 tahun.

“Calon transmigran akan diberangkatkan ke lokasi pada tanggal 30 November dengan sarana kapal laut melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Debarkasi Tarakan via Makasar,” ungkap Pur.

Dul Basar salah satu transmigran yang masih aktif menjadi anggota TNI Kodim 0736 Batang mengaku mantap. Sebagai anggota TNI punya keinginan ikut membangun Indoensia terutama ketersedian pangan melalui pertanian.

“Setelah kami ikut pelatihan pertanian, sekeluarga kami mantap untuk transmigrasi. Saya sejak kecil sudah belajar bertani tapi karena tidak punya tanah sehingga harus sewa, lewat transmigran ini saya pengin mengembangkan bakat saya menjadi petani,” ujar Dul Basar. (han/zal)