Penerimaan Pajak Baru 67,4 Persen

895

SEMARANG – Penerimaan pajak dalam wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I hingga 26 November lalu mencapai Rp 20,9 triliun. Jumlah tersebut 67,4 persen dari total target tahun ini yang sebesar Rp31,029 triliun.

Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah I, Irawan mengatakan, di sisa waktu yang kurang dari dua bulan ini, pihaknya terus berupaya menggenjot penerimaan. Termasuk melakukan penagihan dari sejumlah penunggakan.

“Bulan November yang kurang seminggu ini, setidaknya bisa terkumpul Rp 600 miliar. Kemudian untuk Desember, tahun lalu penerimaan bisa mencapai Rp 5 triliun. Jadi total hingga akhir tahun nanti, diperkirakan penerimaan pajak dapat mencapai Rp 25,7 triliun,” ujarnya.

Bila dibandingkan tahun lalu dimana realisasi pajak mencapai Rp 29,2 triliun, maka perkiraan penerimaan tahun ini lebih kecil bila dibanding realisasi penerimaan tahun lalu. Hal tersebut dikarenakan sebagian penerimaan tahun lalu ditopang oleh penerimaan dari tax amnesty.

“Dari total realisasi, Rp 8 triliun berasal dari tax amnesty. Jadi bila tanpa tax amnesty, tahun lalu penerimaan pajak sekitar Rp 21,2 triliun. Jika dibandingkan pencapaian hingga November ini saja, sudah mengalami pertumbuhan hingga 15 persen,” ujarnya.

Dari realisasi penerimaan tersebut lanjutnya, kontribusi terbesar dari sektor industri pengolahan, yaitu mencapai 47,5 persen, kemudian disusul oleh perdagangan besar dan eceran sebesar 18 persen, lalu industri jasa keuangan dan asuransi sebesar 18 persen, administrasi pemerintahan sebanyak 6 persen dan sektor konstruksi berkontibusi sebesar 5 persen. “Industri pengolahan sendiri, separuhnya berasal dari pajak industri rokok dan tembakau,” ujarnya. (dna/ric)