Penurunan Tanah di Demak Capai 12 Sentimeter Pertahun

1130
BERI PENJELASAN: Kabid Kedaruratan BPBD Demak, Mahfudz dan pengurus DPD KNPI Demak H Gufron disela mengisi kegiatan Leadership Training Pemuda Mandiri Membangun Desa (PMMD) di RM Kalijogo, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI PENJELASAN: Kabid Kedaruratan BPBD Demak, Mahfudz dan pengurus DPD KNPI Demak H Gufron disela mengisi kegiatan Leadership Training Pemuda Mandiri Membangun Desa (PMMD) di RM Kalijogo, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Penurunan permukaan tanah di wilayah Demak dari tahun ke tahun terus meningkat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Demak mencatat, penurunan tanah mencapai 12 centimeter pertahun.

Ini terjadi diantaranya akibat pengambilan air tanah yang berlebihan baik oleh masyarakat maupun perusahaan. Kondisi terparah terjadi diwilayah Kecamatan Sayung sehingga air rob mudah masuk ke permukiman warga.

Demikian disampaikan Kabid Kedaruratan BPBD, Mahfudz disela kegiatan leadership training mencetak generasi jaman now yang digelar Pemuda Mandiri Membangun Desa (PMMD) Kabupaten Demak di RM Kalijogo, kemarin.

Menurutnya, penurunan tanah menjadi perhatian serius karena jika berlangsung tak terkendali, maka berpotensi menjadi bencana.  “Harus lebih cepat diambil langkah langkah termasuk membatasi atau melarang penggunaan sumur bor,” katanya.

Mahfudz menambahkan, air tanah tidak bisa digantikan oleh air hujan. Sebab, sekarang ini air hujan biasanya langsung habis lantaran tanah tandus dan jarang ada pepohonan. “Untuk kebutuhan air minum rumah tangga di Demak, PDAM hanya baru bisa mengcover 20 persen saja. Selebihnya, dari air sumur bor dan pamsimas,” ujarnya.

Selain menurunnya tanah, potensi bencana diwilayah Demak yang menjadi perhatian adalah bencana banjir, angin puting beliung, dan kebakaran. “Sejak ada UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanganan kebencanaan, semua sudah terkoordinasikan oleh BPBD,” katanya.

Pengurus DPD KNPI Demak, Gufron mengatakan, untuk membantu kesiapsiagaan mengatasi bencana, para pemuda di Demak dapat menjadi relawan yang terkoordinasi dengan BPBD. “Termasuk relawan yang dibentuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui program PMMD tersebut,” katanya.

Ketua panitia leardership training, Miftahul Ulum mengatakan, para relawan Kemenpora yang jumlahnya 100 orang tersebut telah diberikan pelatihan baik dalam kepemimpinan maupun kepeloporan. “Pelatihan ini dinilai penting dalam meningkatkan jiwa kepemimpinan dalam diri pemuda. Sebab, hakekatnya semua adalah pemimpin termasuk untuk dirinya sendiri,” ujar dia.

Kabid Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkab Demak, Joko Sari menyampaikan, pemuda merupakan pewaris bangsa yang dapat membentuk karakter dirinya. Dengan demikian, bangsa ini menjadi lebih berintegritas.”Dalam diri pemuda ada tanggung jawab besar. Karena itu, program PMMD ini memiliki peran besar dalam meningkatkan kualitas pemuda dengan berbagai kegiatan dimasyarakat,” kata Joko.(hib/bas)