ASN Kumpulkan Rp 2 M per Bulan

Untuk Entaskan Kemiskinan

520

SEMARANG – Potensi zakat pendapatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng yang mencapai sekitar Rp 2 miliar per bulan, menjadi sumber dana yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. Termasuk pengentasan kemiskinan serta kebutuhan lain yang tidak tercover APBD.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjelaskan, angka Rp 2 miliar itu didapat dari 2,5 persen dari pendapatan ASN yang dikumpulkan lewat Badan amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng. Dia berharap, jika bisa dikelola dengan baik, uang itu bisa dialokasikan untuk pembenahan rumah tak layak huni (RTLH), kaum duafa, korban bencana, dan lainnya.

Dijelaskan Ganjar, masih banyak warga miskin yang membutuhkan pertolongan cepat. Jika mengandalkan alokasi bantuan dari APBD, maka butuh waktu lama. Itupun harus membuat kesepakatan politik yang rumit. “Maka yang tidak tercover di APBD, sumber zakat ini bisa dimanfaatkan. Jadi kita tidak perlu berdebat lama-lama dengan DPRD, dengan zakat ini maka bisa dialokasikan sesuai kebutuhan masyarakat yang ada,” katanya dalam acara penyerahan zakat dalam rangka pentasharufan mustahik asnaf fakir miskin dan sabilillah, di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Selasa (28/11).

Ganjar mengungkapkan, selama ini banyak orang yang berobat ke rumah sakit namun tidak bisa membayar. Ada pula orang yang tidak bisa ikut ujian akhir sekolah karena tidak mampu bayar. Bahkan, ada rumah yang hampir ambruk dan butuh penanganan cepat, juga bisa dibantu melalui Baznas.

“Kita bisa tolong orang dengan sangat cepat, saya ulangi, dengan sangat cepat. Kalau pengelolaan ini bisa diorganisasi dengan baik maka ini bisa meringankan beban pemerintah,” tegasnya.

Hanya saja, dia mengakui, belum semua pegawai di lingkungannya sadar untuk membayarkan zakat penghasilan. Sebab, sebagian dari harta yang diperoleh adalah hak bagi fakir miskin. “Tapi hampir tiap bulan selalu terjadi peningkatan, itu mungkin banyak yang mulai sadar,” ujarnya