Keluar dari Bui, Nyabu, Dibekuk

786
BARANG BUKTI: Wakapolres Temanggung Kompol Prawoko (kedua dari kanan) menunjukkan barang bukti berupa sabu-sabu saat gelar perkara di Aula Mapolres Temanggung, Selasa (28/11). (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)
BARANG BUKTI: Wakapolres Temanggung Kompol Prawoko (kedua dari kanan) menunjukkan barang bukti berupa sabu-sabu saat gelar perkara di Aula Mapolres Temanggung, Selasa (28/11). (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)

TEMANGGUNG—Tak lama keluar dari penjara, Bagus Eko Priambodo (BEP), 46, warga Kampung Padangan, Kelurahan Temanggung I, Kecamatan Temanggung, harus kembali berurusan dengan hukum.

Ia ditangkap petugas Polres Temanggung, karena tertangkap basah membawa narkotika golongan satu jenis sabu-sabu. BEP kini mendekam lagi di tahanan Mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya.

Wakil Kepala Polres Temanggung Kompol Prawoko menuturkan, tertangkapnya tersangka Bagus bermula dari informasi yang diterima anggota Polres. Informasinya, tersangka BEP kerap bertransaksi narkoba dan mengonsumsinya.

“Dari informasi tersebut, kami terus lakukan pengembangan dan penyelidikan. Setelah kita kroscek, ternyata benar, tersangka sering menggunakan narkotika,” kata Kompol Prawoko saat gelar perkara di Mapolres Temanggung, Selasa (28/11) kemarin. Prawoko menjelaskan, tersangka ditangkap anggota Satnarkoba di Jalan Dusun Sendang, Desa Walitelon, Kecamatan Temanggung, usai bertransaksi sabu-sabu.

“Tersangka tidak bisa mengelak, setelah petugas menemukan barang bukti berupa sabu-sabu yang disimpan dalam potongan sedotan warna pink. Di dalamnya terdapat satu bungkus plastik klip berisi bubuk kristal putih yang diduga kuat sabu-sabu.”

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya: satu bungkus plastik klip berisi serbuk kristal sabu seberat 0,47 gram, HP merek Xiaomi, Beat AA 6921 YN dan bukti transfer ATM Bank BCA tanggal 14/11/2017 ke nomor rekening atas nama Suyanto. “Petugas sudah mengintai gerak-gerik tersangka sudah cukup lama. Tersangka tidak bisa mengelak sebab terbukti membawa barang haram ini.”

Tersangka merupakan residivis, dengan kasus yang sama. Ia baru keluar dari tahanan beberapa waktu lalu. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 112 ayat 1 subsider pasal 114 ayat 1, lebih subsider pasal 127 ayat 1a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya paling lama 12 tahun penjara.

Kepada penyidik, BEP mengaku mengonsumsi sabu-sabu untuk menurunkan kadar gula. Alasannya, sudah 7 tahunan, ia menderita diabetes. BEP juga mengaku menggunakan sabu untuk meningkatkan stamina saat bekerja. Selama ini, BEP belum pernah bertemu dengan penjual sabu. Transaksi dilakukan via transfer, kemudian barang diletakkan di tempat tertentu seperti instruksi penjual. (san/isk)