Kembangkan Perpusdes Transformatif

557

WONOSOBO – Keberadaan Perpustakaan Desa (Perpusdes) ternyata masih sering dipandang sebelah mata. Hasil review oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Wonosobo, Perpusdes saat ini masih belum menjadi prioritas pembangunan. Hal itu terlihat dengan masih belum adanya dukungan kebijakan dan anggaran untuk pengelolaan pengembangan perpustakaan, sehingga minat dan budaya baca masyarakat desa menjadi rendah.

“Implikasinya angka putus sekolah tinggi serta angka pengangguran usia produktif juga tergolong tinggi,” ungkap Kepala Seksi Pembinaan, Pengembangan dan Hubungan antar Lembaga Dinas Arpusda, Astien Umariyah.

Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah bersama TP PKK Kabupaten Wonosobo mendorong terbentuknya perpustakaan model transformatif di Wonosobo. Sasaran pengembangan perpustakaan model transformatif, dikatakan Astien, nantinya adalah para pelaku UMKM, kaum perempuan, serta para pemuda desa.

“Perpustakaan transformatif diarahkan pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk menciptakan perubahan positif perilaku masyarakat agar lebih cerdas lagi dalam memanfaatkan teknologi sebagai pendukung pengelolaan potensi diri dan desa,” tutur Astien.

Penerapan perpustakaan model transformatif bakal dimulai dari laporan kegiatan Perpusdes secara online. Dinas Arpusda sangat berharap, model pengembangan perpustakaan transformatif tersebut akan mampu mendorong percepatan perubahan sosial secara positif melalui perpustakaan sebagai pusat belajar dan berkegiatan masyarakat. (ali/ton)