Lagi, Kota Semarang Terima Predikat Kota Sehat

900
MEMBANGGAKAN : Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyerahkan penghargaan Swastisaba Wiwerda dan diterima Ketua Forum Kota Sehat Krisseptiana Hendrar Prihadi. (Humas Pemkot Semarang)
MEMBANGGAKAN : Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyerahkan penghargaan Swastisaba Wiwerda dan diterima Ketua Forum Kota Sehat Krisseptiana Hendrar Prihadi. (Humas Pemkot Semarang)

MENJELANG akhir tahun, Kota Semarang memperoleh penghargaan Swastisaba Wiwerda, yaitu penghargaan bagi kabupaten/kota yang menyelenggarakan Kota Sehat Tahun 2017 untuk klasifikasi pembinaan.

Penghargaan diserahkan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan diterima Ketua Forum Kota Sehat sekaligus Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi, di ruang Sasana Bakti Praja Kemendagri, Jalan Medan Utara, Jakarta Pusat, Selasa (28/11).

Tia, sapaan akrab Krisseptiana, berharap penghargaan ini dapat memotivasi seluruh warga Kota Semarang untuk terus melaksanakan pola hidup sehat.

“Penghargaan yang kita raih bersama ini saya harap dapat menjadi cambuk bagi warga Kota Semarang untuk terus bekerja keras khususnya di dalam mewujudkan Kota Sehat tahap WISTARA (Waras Wargane Sehat Kuthone),” pungkasnya.

Ketua Tim Penilai Widayanti Bandia, menyebutkan bahwa pihaknya bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh Kota Semarang. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan kota sangatlah besar.

Sebagai bukti dalam kategori tatanan sehat mandiri di sejumlah kelurahan di Kota Semarang kerap melakukan aksi donor darah, kegiatan bagi para lansia seperti senam lansia, posyandu lansia, lansia gemar berkebun, pengukuran tekanan darah bahkan permainan anti kepikunan, pemeriksaan ibu hamil, PSN, tersedianya rumah baca bagi masyarakat umum.

Sedangkan kategori tatanan permukiman dan sarana prasarana sehat di sejumlah kelurahan telah melakukan penataan yang baik sejalan dengan program kampung tematik, seperti pengelolaan sampah yang baik, penataan fisik yang indah, memiliki sejumlah lubang biopori untuk menyimpan air, pelatihan membatik dan kesenian yang mengandalkan swadaya masyarakat.

Sementara untuk kategori pariwisata sehat dan ketahanan pangan, pemkot bersama warga masyarakat telah bersinergi merubah wajah sejumlah kampung menjadi lebih cantik sehingga berpengaruh terhadap peningkatan pariwisata kesehatan. (*)