Lahan Pertanian Terus Berkurang

1248

MAGELANG – DPRD Kota Magelang meminta Pemkot Magelang bisa memperhatikan semakin berkurangnya lahan di Kota Magelang. Pasalnya, minimnya lahan bisa memberikan dampak berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Anggota Komisi B DPRD Kota Magelang Waluyo mengatakan, saat ini Kota Magelang mengalami degradasi lahan pertanian maupun perkebunan dikarenakan faktor pengembangan untuk pembangunan rumah, perkantoran maupun ruko. “Kalau tidak salah lahan pertanian dan lahan perkebunan di Kota Magelang berkurang setiap tahunnya sampai 2 hektare lebih. Ini cukup memprihatinkan meskipun memang Kota Magelang bukanlah penghasil pertanian namun perlu mempertahankan lahan untuk menjaga kelestarian lingkungan,” jelas Waluyo, Selasa (28/11).

Waluyo menjelaskan, beberapa wilayah di Kota Magelang sudah diarahkan sebagi kampung wisata guna mendukung sentra pariwisata. Seperti Kampung Tidar Campur yang ditunjuk sebagai kampung wisata, perlu juga dikembangkan tanaman yang bernilai ekonomis tinggi.

“Di kampung Tidar Campur dikembangkan aloevera atau lidah buaya yang bisa digunakan untuk minuman maupun bahan obat. Nah wilayah lain bisa juga dikembangkan untuk sentra tanaman lain,” kata Waluyo.

Terlebih Kota Magelang sudah memiliki kebun bibit Senopati yang bisa dimanfaatkan dalam penyediaan bibit. Waluyo meminta masyarakat bisa secara mandiri memanfaatkan lahan pekarangan di sekitarnya untuk menanam berbagai macam pohon yang bernilai ekonomis. “Kami akan dorong pemkot untuk menyediakan lahan pengembangan. Sebab kita tidak menginginkan Ruang Terbuka Hijau di Kota Magelang semakin terkikis. (cr3/ton)