Rawan Jebol, 20 Tanggul Sungai Kritis

BPBD Gelar Apel Siaga Hadapi Bencana

698
APEL SIAGA : Bupati Demak HM Natsir bersama Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Nugroho LP mengecek kelengkapan alat petugas seperti perahu serta pelampung di sela apel siaga di Alun-Alun, Selasa (28/11) kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
APEL SIAGA : Bupati Demak HM Natsir bersama Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Nugroho LP mengecek kelengkapan alat petugas seperti perahu serta pelampung di sela apel siaga di Alun-Alun, Selasa (28/11) kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Musim hujan yang terus mengguyur wilayah Demak membuat petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak selalu waspada. Curah hujan tinggi berpotensi menyebabkan banjir di berbagai daerah. Apalagi, berdasarkan data PSDA, sedikitnya ada 20 titik tanggul sungai di Kabupaten Demak yang kondisinya kritis atau rawan jebol.

Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Nugroho LP mengungkapkan bahwa tanggul kritis tersebut menjadi perhatian khusus dan terus dimonitor setiap saat. “Untuk penanganan tanggul kritis menjadi kewenangan PSDA Jateng dan kami sudah mendapatkan laporan titik tanggul kritis ini supaya diwaspadai jangan sampai jebol,” katanya di sela gelar apel siaga dan kesiapan menghadapi musim penghujan di Alun-Alun Kota Demak, Selasa (28/11) kemarin.

Sejumlah sungai di Demak yang menjadi perhatian adalah Sungai Wulan, Kalijajar, Tuntang, Kali Setu, pintu KB1, Sungai Jragung, Cabean, Dolog, Bendung Barang, Sungai Dombo Sayung, Kali Babon dan sungai lainnya. Hingga kini, kondisi aliran air sungai tersebut terpantau aman terkendali.

Agus menambahkan, sungai yang airnya kerap melimpas ke permukiman warga adalah Kali Dombo Sayung. Selain sedimentasi tinggi, ada pintu air yang rusak. Permukaan sungai tersebut juga sejajar dengan permukiman warga.

“Sungai Dombo Sayung ini mestinya sesuai fungsinya adalah pengendali banjir. Namun, karena sedimentasi tinggi justru menyebabkan banjir. Sungai ini perlu dinormalisasi,” katanya.

Menurutnya, rata-rata masih banyak sungai yang belum dinormalisasi. Saat ini, yang dinormalisasi baru Sungai KB1 yang membentang antara Guntur sampai Karangtengah. “Sebenarnya, debit air di sungai sungai itu normal. Namun, karena alur sungainya menyempit, volume air tidak tertampung sehingga menyebabkan banjir,” ujarnya.

Agus mengatakan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi berlangsung antara November hingga Maret. Karena itu, masyarakat diminta waspada karena cuaca ekstrim juga kerap mewarnai musim penghujan ini. Sementara itu, apel siaga melibatkan unsur TNI/Polri, organisasi perangkat daerah (OPD), rumah sakit, puskesmas, PMI, relawan dan elemen lainnya.

Bupati Demak HM Natsir menyampaikan, kesiapan alat kelengkapan BPBD diperlukan supaya penanganan bencana dapat dilakukan maksimal. “Kami berharap tidak terjadi bencana. Meski demikian, kalaupun ada kami sudah siap menghadapi dengan kesiapan yang ada,” ujarnya. Selain bupati, apel juga dihadiri Wabup Joko Sutanto, Sekda dr Singgih Setyono MMR, dan pejabat lainnya. (hib/ida)