Dorong Produsen Kopi Gunakan Kemasan SNI

539

SEMARANG – Daya saing produsen kopi tingkat industry rumah tangga di Jateng masih rendah. Salah satunya karena belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kepala Bidang Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, Mukti Sarjono menjelaskan, label SNI dinilai mampu meningkatkan daya saing di pasar nasional. Sebab, jika belum lulus SNI, konsumen masih merasa belum yakin dengan produk yang ditawarkan.

“Terutama kemasannya. Kemasan SNI bisa menjamin kualitas kopi tidak berubah. Apalagi, SNI dikemasan kopi sebenarnya sudah diwajibkan sejak Oktober 2014 silam,” terangnya, Rabu (29/11).

Pihaknya pun berkomitmen untuk mendorong produsen kopi rumahan mematuhi aturan tersebut. Meski begitu, Disperindag Jateng tidak bisa menindak produsen yang belum memenuhi standar nasional. “Kami hanya mengimbau dan mendorong saja. Tidak menindak. Yang jelas, kami memberi pengertian jika sudah SNI, daya tawarnya akan makin tinggi,” tegasnya.

Sarjono menuturkan, pihaknya juga melakukan pendampingan mengenai penerapan Permenperin Nomor 87/M-Ind/per/107 Tahun 2014. “Bahwa kopi instan harus menggunakan kemasan SNI,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang kopi racik, Sri Hendro mengaku sadar mengenai pentingnya kemasan ber-SNI. Hanya saja, dia tidak tahu bagaimana cara mendaftar SNI. Selain itu, dia juga masih takut jika mendaftar SNI bakal menghabiskan banyak biaya.

Karena itu, dia meminta adanya pendampingan dari Disperindag. “Sebenarnya ingin SNI. Tapi tolong diberi pendampingan agar mudah,” harapnya. (amh/zal)