Banjir, 499 Warga Mengungsi

770
ROBOH SEBAGIAN: Rumah warga di RT 03 RW 04 Dusun Sidotopo Desa Tempuran Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung yang rusak akibat diterjang angin kencang. (DOK Unit Data dan Informasi Bencana BPBD Temanggung)
ROBOH SEBAGIAN: Rumah warga di RT 03 RW 04 Dusun Sidotopo Desa Tempuran Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung yang rusak akibat diterjang angin kencang. (DOK Unit Data dan Informasi Bencana BPBD Temanggung)

PURWOREJO—Puluhan hektare sawah dan rumah milik warga di Desa Kedungsari, Kecamatan Butuh terendam air, Kamis (30/11) pagi kemarin. Banjir akibat meluapnya Sungai Bedono di Kecamatan Butuh. Pantauan koran ini, Kamis (30/11) pagi pukul 05.30, air naik hingga setinggi 50 cm. Sekretaris Desa Kedungsari Maryanto mengatakan,ada sekitar 50 rumah warga di tiga dusun di Desa Kedungsari yang masih terendam banjir. “Kami segera berkoordinasi dengan BPBD terkait bantuan logistik terhadap warga,” terangnya.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Purworejo Sigit Ahmad Basuki mengatakan, pihaknya segera menurunkan bantuan logistik ke Desa Kedungsari. Warga, kata Sigit, juga belum perlu dievakuasi karena masih bisa terkondisikan. “Sepertinya kita hanya menyalurkan bantuan logistik.”

Musibah banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Purworejo sejak dua hari terakhir, menyebabkan sedikitnya 499 warga harus mengungsi.

Tercatat, satu korban tewas akibat tebing setinggi 7 meter longsor dan menimpa rumah korban atas nama Sakino Budiwiyono, 60. Korban warga Dusun Sekangon RT 04/02 Desa Sokoagung, Kecamatan Bagelen.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Purworejo Heri Susanto mengungkap, ada warga di tiga desa yang terpaksa diungsikan. Yakni, warga Desa Kebonsari, Kecamatan Purwodadi; Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen; dan Desa Dadirejo, Kecamatan Bagelen. Total, 258 jiwa. “Yang di Bapangsari ada 162 jiwa, Kebonsari 30 jiwa, sementara Dadirejo 66 jiwa.”

Heri menambahkan, musibah longsor juga menimpa 4 desa. Yaitu: Donorejo, Kecamatan Keligesing; Desa Jelok, Kecamatan Kaligesing; Desa Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing; dan Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo. Warga terpaksa diungsikan karena khawatir terjadi longsor susulan. Sejumlah titik bahkan terpantau sudah retak. “Desa Donorejo ada 70 jiwa, Desa Jelok ada 59 jiwa, Sidomulyo 55 jiwa, Pandanrejo 57 jiwa.”

Satu desa belum dilakukan pendataan. Yakni Desa Botoh, Kecamatan Bayan. Informasi yang diterima, sedikitnya 15 orang di desa tersebut terdampak banjir. Laporan di wilayah Bagelen dan Purwodadi, banjir sudah mulai surut. “Harapannya, tidak terjadi hujan deras lagi.”

Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung mencatat ada bencana angin ribut yang merusak rumah warga, Rabu (29/11) sekitar pukul 14.00 WIB. Angin yang menyertai hujan lebat telah merusak dapur di rumah milik Koyimah, 40, warga RT 03 RW 04 Dusun Sidotopo Desa Tempuran Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tapi kerugian diperkirakan mencapai Rp 11 juta. Lima penghuni rumah tidak mengungsi karena bagian kamar masih bisa ditempati.

Di Kabupaten Wonosobo, 22 keluarga di Desa Karangsambung, Kecamatan Kalibawang masih mengungsi akibat tanah bergerak dan longsor di daerah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo Prayitno mengatakan, mereka mengungsi di rumah tetangga atau saudara yang lebih aman. “Mereka mengungsi sejak 17 November 2017 akibat tanah bergerak dan longsor,” katanya.

Dalam bencana tanah gerak ini, 6 rumah rumah warga roboh dan 16 lainnya retak-retak hingga tidak bisa ditempati. Selain memberikan bantuan logistik, Pemkab Wonosobo sedang membangun hunian sementara untuk warga yang mengungsi tersebut. “Hunian sementara terletak sekitar dua kilometer dari lokasi tanah bergerak,” katanya. (jpg/ton/isk)