Komitmen Tingkatkan Pendidikan Warga

Desa Boto, Kecamatan Bancak

695
PERHATIKAN PENDIDIKAN: SMKN 1 Bencak menjadi salah satu sekolah yang menjadi sentra pendidikan di Desa Boto. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERHATIKAN PENDIDIKAN: SMKN 1 Bencak menjadi salah satu sekolah yang menjadi sentra pendidikan di Desa Boto. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

BANCAK – Desa Boto memiliki komitmen tinggi untuk menciptakan generasi muda yang berpendidikan. Salah satu yang dilakukan pemerintah desa adalah dengan memanfaatkan tanah kas desa untuk dibangun gedung pendidikan dengan sejumlah komitmen bersama.

”Komitmennya setelah sekolah berdiri adalah warga desa Boto harus diterima sekolah di sana jika memang memenuhi kriteria. Kedua warga desa Boto yang sekolah di sana harus mendapat beasiswa di awal 500 ribu, dan dicarikan beasiswa untuk selanjutnya,” jelas Sjaichul hadi, Kepala Desa generasi kelima di Desa Boto ini.

Sjaichul Hadi mengatakan bahwa komitemen ini ditujukan agar kesempatan warga desa Boto untuk memperoleh pedidikan semakin tinggi tanpa mengabaikan kriteria yang harus dipenuhi. Selain itu agar masyarakat bisa langsung merasakan hasil pemanfaatan tanah kas Desa tanpa melalui Pemerintah Desa terlebih dahulu.

Sjaichul Hadi. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sjaichul Hadi. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Upaya pemerintah desa Boto terbukti dengan kondisi saat dini di mana Desa Boto menjadi sentra pendidikan di Kecamatan bancak. Saat ini Desa Boto menempatkan sejumlah fasilitas pendidikan baik negeri maupun swasta seperti SMK Negeri 1 Bancak, SMP Islam Sudirman Bancak, SDN Boto 1, SDN Boto 2, TK Wiyata Siwi Desa Boto, Pondok pesantren Sirojul Anwar, Madrasah Diniyah Jam’iyyatul Wildan Boto, Madrasah Diniyah Daarul Mafaid Dusun Klumpit, Madrasah Diniyah Al Falah dusun Gunung.

”Kami memandang pendidikan itu sangat penting.  Kami juga ingin warga kami mendapatkan pendidikan yang cukup. Sehingga bisa dijadikan bekal dalam menjalani kehidupannya kemudian,” jelas Sjaichul Hadi.

Menjadi sentra pendidikan rupanya memberikan dampak tersendiri bagi perekonomian warga desa Boto. Dengan adanya fasilitas pendidikan, banyak warga yang kemudian memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan dengan berdagang. ”Warga sini sebagian besar adalah petani. Adanya sekolah-sekolah di sini membuat banyak yang bisa berdagang,” kata kepala desa yang ramah ini.

Upaya pemerintah Desa Boto nampaknya tidak hanya berdampak pada warga sekitar saja. Dampak positif juga dirasakan oleh warga desa lain. Sebab, SMK 1 Bancak yang berdiri di Desa Boto nantinya akan dijadikan sebagai SMK rujukan bagi SMK lain. ”Jadi untuk alat praktik, yang di SMK lain tidak ada bisa ke SMK sini untuk melakukan praktik,” kata dia.

Selain sebagai pusat pendidikan, Desa Boto juga menjadi pusat pelayanan publik, sosal, maupun penyedia jasa/ usaha pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Keberadaan yang sangat strategis ini dinilai mendorong roda perekonomian warga dapat bergerak semakin cepat. Terlebih di bidang perdagangan. Sebab, di Desa ini juga terdapat pasar desa yang menjadi pusat perputaran perekonomian.  ”Desa Boto secara otomatis juga menjadi pusat perdagangan. Di sini ada pasar Desa setiap Pon dan Kliwon,” kata dia.

Dengan potensi ini, Pemerintah Desa telah menggandeng sejumlah pihak untuk meningkatkan kualitas SDM nya. Salah satunya dengan menggandeng Dinsosnakertrans untuk memberikan pelatihan dan modal peralatan kepada warga desa agar dapat mengembangkan usahanya.”Sehingga mereka memiliki keterampilan dan bisa membuka usaha. Kebanyakan anak-anak muda itu kemarin,” ujar Kepala Desa yang hobi bulutangkis ini.

Ke depan, Kepala Desa yang merupakan lulusan IPB ini ingin agar Desa Boto yang menjadi pusat Pemerintahan Kecamatan ini bisa lebih maju dengan potensi yang saat ini dimiliki. Dirinya berkomitmen, bersama perangkat desa dan warga ingin meningkatkan kesejahteraan warga Desa Boto.”Kami akan memanfaatkan potensi yang ada ini untuk terus meningkatkan kesejahteraan lmasyarakat,” tegasnya. (cr4/bas)