Sudah Ada 2, Berencana Bangun Lagi 3 Rusunawa

Cara Pemerintah Menyediakan Hunian dengan Harga terjangkau

919
SOLUSI : Rumah susun sewa (Rusunawa) di Kelurahan Potrobangsan yang dihuni masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). (RANI RAHAYU/RADAR KEDU)
SOLUSI : Rumah susun sewa (Rusunawa) di Kelurahan Potrobangsan yang dihuni masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). (RANI RAHAYU/RADAR KEDU)

Hunian menjadi salah satu masalah bagi masyarakat di perkotaan. Mahalnya harga tanah membuat harga rumah melambung. Rusunawa dinilai menjadi salah satu solusi untuk menyediakan hunian murah.

PEMKOT Magelang berencana menambah tiga rumah susun sewa (Rusunawa). Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Magelang bersama Wali Kota Magelang telah mengusulkan pembangunan rusunawa ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Mulai tahun 2018 mendatang akan menambah satu rusunawa, dan kami targetkan di tahun 2021 mendatang, terbangun 5 rusunawa,” kata Kepala Bidang Dinas Perumahan dan Kawasan Pertanahan Disperkim Kota Magelang Kun Arsanti Dewi, Kamis (30/11).

Saat ini sudah berdiri dua rusunawa di Kelurahan Potrobangsan Kecamatan Magelang Utara dan di Kelurahan Tidar Selatan Kecamatan Magelang Selatan. Masing-masing rusunawa memiliki daya tampung 92 hunian. Pada tahun depan, kawasan Magelang Utara dipilih kembali sebagai lokasi pendirian rusunawa. Kendati demikian, penentuan lokasi pembangunan harus dikaji secara matang.

“Kalau luas tanahnya mencukupi, ya tidak masalah kita bangun rusunawa dengan kapasitas sama,” imbuhnya.

Menurut Dewi, rusunawa menjadi salah satu solusi mengatasi kepadatan penduduk. Di sisi lain, semakin banyak rusunawa tersedia, tingkat kemiskinan di Kota Magelang dapat ditekan. Ia mengklaim, biaya sewa yang ditanggung penghuni cukup terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Harga sewanya bervariasi. Mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 175 ribu perbulannya.

“Di Kota Magelang ini masih banyak warga yang belum memiliki rumah, sehingga harus mengontrak dengan biaya yang relatif mahal. Sementara di rusunawa, sewanya sangat murah. Warga bisa lebih berhemat.”

Data yang dimiliki Disperkim pada tahun 2016, jumlah rumah penduduk di Kota Magelang sebanyak 31.397 unit. Namun, hanya 29.240 yang dinyatakan layak huni. (mg4/put)