42 Orang Terindikasi HIV/AIDS

789

UNGARAN – Sebanyak 42 orang warga Kabupaten Semarang terindikasi mengidap HIV/AIDS. Hal itu berdasarkan data Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Semarang per Oktober 2017 ini.

Kepala Bagian Program KPA Kabupaten Semarang, Taufik Kurniawan mengatakan kasus tersebut merupakan temuan sejak awal Januari 2017. “Dari 42 orang tersebut yakni AIDS sebanyak 6 orang atau 14 persen dan pengidap HIV sebanyak 36 orang atau 86 persen,” kata Taufik, Jumat (1/12).

Pemutakhiran data terus dilakukan pihaknya guna mendeteksi jumlah pengidap penyakit mematikan tersebut di Kabupaten Semarang. Lebih rinci, Taufik menjelaskan apabila dihitung berdasarkan usia termuda 0 sampai 4 tahun sebanyak 1 orang.

Kemudian disusul rentang usia remaja yaitu 15 sampai 19 tahun sebanyak 1 orang. Jika dilihat dari wilayah asal, berdasarkan data KPA Kabupaten Semarang dari 42 kasus HIV/AIDS tersebut ditemukan di Kecamatan Bergas ada delapan orang.

Juga di Kecamatan Ambarawa sebanyak 5 orang, di Kecamatan Ungaran Timur sebanyak 4 orang, di Kecamatan Sumowono sebanyak 4 orang dan di Kecamatan Bandungan sebanyak 2 orang.“Kemudian, Kecamatan Pringapus ada 2 orang, Kecamatan Bawen ada 1 orang, Kecamatan Ungaran Barat ada 1 orang, Kecamatan Susukan ada 1 orang, Kecamatan Tuntang ada 1 orang dan dari luar wilayah Kabupaten Semarang sebanyak 13 orang,” ujarnya.

Apabila dilihat dari jenjang usia untuk 0-4 tahun ada sebanyak 1 orang, usia 15-19 tahun sebanyak 1, usia 20-24 tahun sebanyak 3 orang, usia 25-29 sebanyak 7 orang. “Usia 30-34 tahun ada 8 orang, usia 35-39 tahun ada 11, usia 40-44 tahun ada 4, usia 45-49 tahun ada 4, usia 50-54 tahun ada 2 dan usia 55-59 tahun ada 1,” tuturnya.

Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Semarang, lanjutnya, mayoritas masih didominasi angka usia produktif. Sekretaris KPA Kabupaten Semarang, Puguh Widjojo menambahkan data tersebut relevan dengan data yang diserahkan Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang ke pihaknya.“Untuk penderita dari wilayah Kabupaten Semarang ada 29 orang atau 69 persen dan luar wilayah 13 orang atau 31 persen,” kata Puguh.

Jumlah tersebut menurun drastis apabila di bandingkan dengan jumlah penderita HIV/AIDS pada 2016. Pada 2016 ada 492 orang yang terindikasi HIV/AIDS. Kemudian, dari 492 orang yang menderita tersebut 129 orang diantaranya meninggal dunia. “Penemuan kasus merata di setiap Kecamatan, sedangkan untuk Kecamatan Kaliwungu dan Pabelan perlu diamati lebih seksama karena sampai kini belum ada pelaporan kasus HIV,” ujarnya.

Kemudian berdasarkan data yang ada, lanjutnya, temuan kasus HIV di Kabupaten Semarang masih didominasi oleh kelompok warga berjenis kelamin perempuan. Kemudian, jika dapat diperhatikan dominasi perempuan tidak terlalu signifikan hanya berselisih 4 persen dari kelompok laki-laki.

Selain itu, sebagian besar kasus HIV ditemukan pada rentang usia yang masih sangat produktif yaitu pada rentang usia 20-50 tahun. “Berdasarkan profesi pengidap HIV masih didominasi oleh kelompok Pekerja Seks/WPS (Wanita Pekerja Seks) dibandingkan dengan kelompok lain. Temuan kasus menonjol terlihat juga pada kelompok swasta, buruh dan wiraswasta,” ujarnya. (ewb/bas)