Bantu Empat Panti dan Ponpes

799
BERI BANTUAN : Direktur Fisioterapi Stikes Widya Husada Zainal Abidin saat memberikan bantuan kepada pengurus panti asuhan Al Riyadlul Aitam, Pudak Payung, Semarang, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI BANTUAN : Direktur Fisioterapi Stikes Widya Husada Zainal Abidin saat memberikan bantuan kepada pengurus panti asuhan Al Riyadlul Aitam, Pudak Payung, Semarang, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Widya Husada Semarang membantu 4 panti asuhan dan pondok pesantren (Ponpes) dengan menyumbangkan sembako hasil donasi dari mahasiswa.

Direktur Fisioterapi Stikes Widya Husada sekaligus panitia acara bakti sosial, Zainal Abidin mengatakan donasi dari mahasiswa sengaja dilakukan dengan cara kolektif mengumpulkan sembako berupa gula, beras dan mie instan.

“Kita tidak menggunakan uang, karena tidak ingin memberatkan mahasiswa. Selain itu dalam bentuk barang dianggap lebih siap pakai dan praktis bagi panti asuhan dan pondok pesantren yang kami bantu,” katanya saat ditemui usai bakti sosial, kemarin.

Ia menerangkan, keempat ponpes dan panti asuhan yang diberi bantuan adalah Raudhatul Jannah Ungaran, Al Riyadlul Aitam Pudak Payung Semarang, Al Harun Boja, dan Panti Asuhan Al Idris Boja. Kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap tahun menjelang Maulud Nabi. “Kami juga memberikan bantuan kepada 24 karyawan diantaranya petugas kebersihan, sekuriti dan sopir yang bekerja di Widya Husada,” tuturnya.

Dengan bantuan yang diberikan, selain bertujuan untuk meringankan beban sesama, juga menjadi sarana bagi mahasiswa agar lebih peduli dengan lingkungan sekitar sekaligus bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat secara luas.

Humas Stikes Widya Husada, Galuh Puspita menambahkan, selain kegiatan sosial, pihak kampus rutin menggelar Asessment On The Street di acara Car Free Day  di Simpang Lima ataupun Jalan Pahlawan Semarang. Kegiatan itu sebagai sarana mengaplikasikan ilmu sekaligus  mengenalkan pentingnya fisioterapi bagi manusia dan pemerikasaan gratis bagi masyarakat. “Kesempatan tersebut digunakan juga untuk mengenalkan kampus kami,” jelasnya.

Ia menerangkan saat ini fisioterapi sangat penting, bagi manusia, selain pada orang dewasa, juga bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan tumbuh kembang pada anak. Diantaranya keterlambatan kemampuan berbicara, terlambat berjalan hingga autisme. (den/ric)