Keleleran, Pelajar “Disapu” Mobil Polisi

1906
NAIK MOBIL POLISI: Petugas Satlantas Polres Magelang Kota sedang mengangkut pelajar di Alun-alun Kota Magelang, Senin (4/12) kemarin. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)
NAIK MOBIL POLISI: Petugas Satlantas Polres Magelang Kota sedang mengangkut pelajar di Alun-alun Kota Magelang, Senin (4/12) kemarin. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)

MAGELANG—Ratusan pelajar dan warga Kota Magelang yang sehari sebelumnya tidak mendengar kabar akan adanya mogok beroperasi para sopir angkot, kemarin, keleleran di pinggir-pinggir jalan. Beruntung, Polres, Dishub, dan Satpol PP Kota Magelang sigap.

Ratusan pelajar yang keleleran menunggu angkutan umum sejak pagi hari, “disapu” alias diangkuti oleh mobil-mobil dinas tiga instansi tersebut. Pelajar dan warga pun diangkut ke titik-titik sekolah dan pasar-pasar tradisional.

Seperti diketahui, pada Senin (4/12) kemarin, ratusan angkot dan taksi konvensional melakukan aksi mogok masal. Tindakan itu sebagai bentuk solidaritas, karena pada hari yang sama, ada unjuk rasa rekan-rekan mereka ke kantor gubernur Jateng di Semarang.

Mereka menuntut pemerintah bersikap tegas atas kehadiran transportasi berbasis aplikasi online. Para sopir angkot dan taksi konvensional yang mogok bersama, mereka yang tergabung dalam Forum Komunikasi Awak Angkutan Kota Magelang (Forkam).

Pantauan Jawa Pos Radar Kedu, ada sekitar 20 unit mobil dikerahkan untuk mengangkut para pelajar dan warga yang hendak bepergian. Petugas menyisir sejumlah titik yang biasa digunakan warga dan pelajar untuk menunggu angkutan umum. Seperti di pertigaan Canguk Jalan Soekarno-Hatta, Pasar Kebonpolo, Jalan Ahmad Yani