Soal GTT, Ganjar Temui Presiden

Dorong PP Segera Disahkan

664
BERTEMU PRESIDEN: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo bersama rombongan ketika akan menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Rabu (6/12). (ISTIMEWA)
BERTEMU PRESIDEN: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo bersama rombongan ketika akan menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Rabu (6/12). (ISTIMEWA)

JAKARTA-Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memenuhi janjinya untuk membawa persoalan Guru Tidak Tetap (GTT) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dicapai kesepakatan, Jokowi akan mendorong penyelesaian masalah GTT secepatnya.

Ganjar menghadap Jokowi di Istana Bogor usai acara Penerimaan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah, Rabu (6/12). Menurutnya, presiden juga memiliki komitmen kuat untuk menyejahterakan tenaga pendidik apapun statusnya.

“Sebelum penerimaan DIPA, presiden sudah mengawali dengan brifing soal kesejahteraan guru. Menurut beliau, guru menjadi tidak fokus mengajar karena dibebani urusan administrasi yang bertele-tele,” katanya saat dihubungi dari Semarang,

Usai acara, Ganjar menghadap presiden secara khusus untuk membahas GTT. Turut bergabung Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Muhadjir Effendi.

Dalam pertemuan itu dicapai kesepakatan untuk mempercepat pembahasan peraturan pemerintah tentang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Saat ini, rancangan PP masih berada di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

“Presiden akan mengecek langsung RPP itu di Kemenpan, dan akan mendorong segera dibahas lalu disahkan. Bola sekarang di Kemenpan,” ujar Ganjar.

Wapres Jusuf Kalla mewanti-wanti bahwa pengangkatan guru honorer menjadi PPPK harus memenuhi syarat dan kompetensi. Sedangkan menurut Mendikbud Muhadjir, baru ada 3.000 guru honorer yang memenuhi syarat untuk diangkat.

“Intinya kalau Pak Wapres harus hati-hati, Pak Mendikbud sama. Kalau saya usul yang penting segera mulai prosesnya, karena persoalan ini sudah lama berlarut-larut,” katanya.

Gubernur menambahkan, status GTT saat ini tidak jelas karena mereka diangkat oleh kepala sekolah yang merasa kekurangan tenaga pengajar. Contohnya di Jateng saat ini kekurangan guru mencapai 49.631 orang.