720 Sekolah Serentak Tanam Padi di Polybag

607
PANEN PADI : Bupati Kendal, Mirna Annisa didamping Forkompinda Kendal dan siswa SMP 1 Kendal melakukan tanam padi dan panen padi di Polybag, Kamis (7/12) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANEN PADI : Bupati Kendal, Mirna Annisa didamping Forkompinda Kendal dan siswa SMP 1 Kendal melakukan tanam padi dan panen padi di Polybag, Kamis (7/12) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Sebanyak 720 sekolah di Kendal yang terdiri atas 600 SD dan 120 SMP, melakukan gerakan tanam padi di polybag. Gerakan yang diinisiasi Bupati Kendal, Mirna Annisa ini, mendapatkan respon positif dari seluruh sekolah. Gerakan ini dinamai Satu Siswa Satu Polybag (S3P).

Gerakan S3P ini dilaunching secara serentak di SMP 1 Kendal dengan melibatkan seluruh guru, siswa, kepala dinas pendidikan, Kapolres Kendal dan Dandim Kendal, Kamis (7/12) kemarin.

Gerakan S3P ini menurut orang nomor satu di Kendal, untuk menanamkan minat siswa bercocok tanam, juga untuk menyukseskan program pemerintah pusat untuk ketahanan pangan nasional. Hal ini bisa mengantisipasi banyaknya warga yang tidak memiliki lahan persawahan.

Dikatakan Mirna, program ini sekaligus pengenalan kepada siswa cara bercocok tanam. Penanaman padi di polybag dan berada di halaman sekolah agar siswa ikut menanam, merawat hingga memanen hasilnya.

“Saat ini, banyak siswa yang tidak tahu apa itu padi. Di Jakarta, siswa tahunya padi adalah pohon nasi. Ini sangat ironis karena Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Di Kendal saya tidak ingin siswa tidak mengenal padi. Makanya kami memprogramkan satu siswa menanam satu padi,” kata Mirna.

Ia mengatakan, jika program ini memang ia wajibkan bagi siswa SD dan SMP baik negeri maupun swasta. Dengan harapan, hasil nanti bisa dimanfaatkan untuk diberikan kepada siswa yang kurang mampu maupun warga sekitar sekolah yang kurang mampu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, Agus Rifai menjelaskan jumlah siswa SD dan SMP di Kabupaten Kendal ada 300 ribu orang. Pihaknya berharap hasil tanaman siswa ini bisa membantu penyediaan pangan di Kabupaten Kendal. “Kami berharap selain pembelajaran dengan gerakan menaman dari siswa ini jusa membantu kebutuhan pangan meski tidak seberapa,” tutur Rifai. (bud/ida)