Distribusi Gas 3 Kg Dipantau

507
PEMANTAUAN : Petugas kepolisian Polres Salatiga berbincang dengan penjual gas. (Dhinar Sasongko/radar semarang)
PEMANTAUAN : Petugas kepolisian Polres Salatiga berbincang dengan penjual gas. (Dhinar Sasongko/radar semarang)

SALATIGA – Polres Salatiga melalui babinkamtibmas ikut memantau distribusi gas elpiji 3 kg di wilayah kota Salatiga. Pemantauan ini dilakukan untuk menjaga agar tidak ada penyimpangan dalam distribusinya.

Hal itu diungkapkan Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan kepada wartawan kemarin siang. “Kami melalui babinkamtibmas ikut memantau distribusi ini agar tidak ada penyimpangan. Jika ada penyimpangan silakan laporkan,” papar Yimmy Kurniawan, kemarin.

Dijelaskan dia, pengamanan yang dilakukan memang tidak terbuka atau ada personel yang berjaga. Namun pihaknya terus melakukan pemantauan, apalagi keluhan masyarakat mengenai kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg masih saja bermunculan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Muthoin saat dikonfirmasi wartawan, mengatakan telah melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait termasuk Hiswana Migas Kota Salatiga.

Menurutnya, secara nasional plafon subsidi gas elpiji 3 kg sudah melebihi batas.
“Di Kota Salatiga jatah gas elpiji 3 kg sebesar 2.692.251 tabung untuk tahun 2017. Hingga Agustus lalu sudah terpakai sekitar 1.700.000-an tabung gas. Pemkot berkait kondisi saat ini sudah meminta tambahan kuota tetapi tidak bisa, karena memang tidak mendapat persetujuan,” jelas Muthoin.

Di sisi lain, akibat kenaikan harga tabung gas elpiji ukuran 5,5 kg (bright) dan ukuran 12 kg (biru), mengakibatkan banyak konsumen yang beralih kembali menggunakan tabung gas ukuran 3 kg.

Harga gas per kilogram untuk bright naik Rp 5 ribu dan gas biru Rp 10 ribu.
Permasalahan lainnya adalah, penjualan gas untuk jatah Kota Salatiga banyak yang terjual kepada warga di daerah Kabupaten Semarang. “Kami sangat berharap agar agen dan pengecer memprioritaskan pembeli dari Kota Salatiga dengan dasar KTP yang dimiliki meski itu sulit praktiknya,” kata Muthoin. (sas/lis)