Januari, Yaik Baru Ditutup

Pedagang segera Direlokasi ke MAJT

909
SEGERA DIKOSONGKAN: Pedagang Pasar Yaik Baru yang akan segera direlokasi ke MAJT. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEGERA DIKOSONGKAN: Pedagang Pasar Yaik Baru yang akan segera direlokasi ke MAJT. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANGPasar Yaik Baru kompleks Pasar Johar direncanakan pada Januari 2018 mendatang segera ditutup. Para pedagang segera dipindah ke tempat relokasi tahap II di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang saat ini masih dalam proses penyelesaian pembangunan.

Saat ini, pembangunan pasar relokasi tahap II terus dikebut. Sebab, pada 21 Desember mendatang, harus sudah selesai. Kontraktor mengaku berusaha menyiasati kendala-kendala yang terjadi saat ini. Salah satunya, kendala cuaca ekstrim, yakni sering hujan lebat disertai angin kencang. Praktis, jika hujan deras mengguyur, terpaksa pengerjaan proyek dihentikan.

“Saat ini progres pembangunan mencapai 72 persen. Kendala utama saat ini adalah cuaca ekstrim, sering terjadi hujan deras,” kata pelaksana proyek pembangunan pasar relokasi MAJT tahap II, Hendro Krispiyanto kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dikatakannya, adanya cuaca yang tidak menentu membuat proses pekerjaan pembangunan terhambat. Ia mengaku, terus mengejar agar pembangunan tersebut bisa diselesaikan tepat waktu. Upaya yang dilakukan dengan cara menambah jam kerja. “Pekerjaan dimulai pukul 06.00 hingga 00.00. Saat ini, jumlah pekerja 68 tenaga sipil, dan 29 pekerja sektor baja. Pekerjaan terbagi dua shift,” terangnya.

Meski demikian, Hendro mengaku optimistis bisa menyelesaikan tepat waktu. “Pekerjaan tetap bisa berjalan meski ada kendala. Terlebih pekerja proyek juga ada tambahan, kami yakin akan bisa selesai tepat waktu. Sehingga bisa segera ditempati,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan, saat ini progres pembangunan menyisakan pembuatan jalan masuk dengan pengecoran serta pavingisasi.

“Ada 32 los, setiap los akan diisi 64 lapak. Sehingga kami perkirakan cukup untuk menampung pedagang Pasar Yaik Baru, termasuk pedagang pancakan dari Pasar Kanjengan,” ujarnya.

Pihaknya terus memantau pengerjaan proyek pembangunan ini mengingat kebutuhan relokasi mendesak. Maka pihaknya juga mendesak kontraktor agar bisa segera menyelesaikan pekerjaan tersebut. “Paling lambat, target pedagang dimasukkan ke tempat relokasi tahap II ini bulan Februari mendatang,” katanya.

Pada Januari atau paling lambat Februari, Pasar Yaik Baru akan dilakukan penutupan ditandai dengan pemasangan pagar seng keliling. Sehingga diharapkan lokasi tersebut terbebas dari aktivitas pedagang. Mengenai penataan tempat, pihaknya akan melibatkan pedagang maunya seperti apa.

“Penempatan bisa dirembug. Bulan Januari akan dibuatkan memo ke Pak Wali, soal penghapusan aset. Sehingga Pasar Yaik dilelang untuk pembongkaran. Mudah-mudahan Februari pertengahan sudah ditutup semua kegiatan pedagang di Pasar Yaik Baru,” ujarnya.

Fajar menyebutkan, tempat relokasi tahap II diperkirakan mampu menampung kurang lebih 2.500 pedagang. Pedagang yang akan direlokasi meliputi seluruh pedagang Yaik Baru, ditambah pedagang yang berjualan di depan Hotel Metro.

“Semua pedagang akan kami relokasi tahap II maksimal pertengahan Januari sudah pindah di sana semua (MAJT). Karena nanti butuh penataan. Relokasi dilakukan Januari, karena kami juga mempertimbangkan menyambut tahun baru. Biasanya para pedagang kalau tahun baru kan mremo. Maka kami beri kesempatan untuk tetap berjualan dulu,” katanya. (amu/aro)