Izin Minimarket 24 Jam Disorot

783

MINIMARKET yang beroperasi 24 jam kembali mendapat sorotan pasca aksi perampokan sadis di Indomaret 24 jam Jalah Gajah Raya, Pandean Lamper, Gayamsari, yang menewaskan seorang karyawannya, Jumat (8/12) pagi. Pengusaha minimarket dinilai cenderung ‘kejar setoran’ dengan beroperasi 24 jam nonstop. Sedangkan aspek keamanan kurang diperhatikan.

Ironisnya lagi, sejauh ini perizinan minimarket terbilang semrawut. Pendataan minimarket di Kota Semarang terkesan tidak transparan. DPRD Kota Semarang menyebut ada ribuan minimarket, tetapi yang berizin hanya ratusan.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet, mengatakan, regulasi pasar modern telah diatur oleh Peraturan Daerah (Perda) di Kota Semarang. Namun mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan maupun operasional 24 jam, pihaknya mengaku belum melihat secara rinci.

“Dalam hal keamanan operasional 24 jam, apotik sejauh ini lebih rapi ketimbang minimarket. Sebab, di apotik menggunakan sistem tertutup. Pembeli hanya berada di luar dan ruangan dalam kondisi terkunci. Sedangkan di minimarket keluar masuk pengunjung tanpa pengamanan satpam,” katanya.

Kalau mereka beroperasi 24 jam, kata dia, otomatis pengusaha minimarket harus memperhatikan aspek keamanan. Faktor keamanan pada operasional minimarket 24 jam ini penting untuk dilakukan evaluasi.

“Agar tidak terulang lagi kejadian perampokan disertai pembunuhan, maka paling tidak harus ditambah petugas keamanan. Ditambah satpam, sehingga kalau terjadi perampokan, setidaknya ada petugas keamanan,” uajrnya.

Mengenai jam operasional, satu sisi masyarakat juga membutuhkan pelayanan 24 jam. Tetapi, aspek keamanan harus diperhatikan. Hal yang menjadi persoalan sejauh ini pendataan minimarket di Kota Semarang tidak terkontrol dengan baik.