Lerai Perkelahian, Tewas Dikeroyok

2421
GARIS POLISI : Tempat karaoke keluarga Happy Puppy Kota Magelang masih dipasangi garis polisi untuk menyelidiki kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan penjaga keamanan karaoke. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
GARIS POLISI : Tempat karaoke keluarga Happy Puppy Kota Magelang masih dipasangi garis polisi untuk menyelidiki kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan penjaga keamanan karaoke. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

MAGELANG – Berniat melerai keributan, Joko Wahartono, 57, warga Gang Kantil I No 3 Bayeman Magelang Tengah Kota Magelang harus meregang nyawa, Jumat (8/12) dinihari. Ia disabet senjata tajam oleh pengunjung karaoke Happy Puppy, tempat ia bekerja. Joko tewas setelah sempat dirawat di RSUD Kota Magelang.

Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan menyebutkan, berdasarkan keterangan sementara dari sejumlah saksi, awalnya Joko akan melerai pertengkaran yang terjadi antara DN, 27, warga Potrosaran dengan rekannya DNI sekitar pukul 01.30 WIB di depan Happy Puppy. “Sebelumnya DN dan rekannya memang sudah berselisih paham di dalam ruangan karaoke hingga di depan parkiran Happy Puppy. Melihat hal itu, korban Joko langsung melerai namun tidak berhasil,” jelas Kristanto.

Joko kemudian meninggalkan Happy Puppy dan ternyata kembali lagi sambil membawa parang. Kemudian, Joko menyerang DN dengan mengayunkan sajam tersebut. “Melihat itu, rekan-rekan DN yang semula berselisih paham malah ikut membantu DN melawan korban. Korban kemudian berlari namun terjatuh. Saat terjatuh itulah, DN dan rekan-rekannya menyerang dan mengayunkan sajam yang telah direbut dari korban Joko,” papar Kristanto.

Polisi masih terus mendalami kasus ini dengan melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi. Petugas sudah memasang garis polisi di halaman depan Happy Puppy untuk keperluan penyelidikan. “Dugaan sementara DN dan rekan-rekannya terpengaruh minuman keras yang dikonsumsi sebelum di tempat karaoke. Kami berhasil mengamankan DN dan sebilah sajam berupa parang,” tandas Kristanto.

Wakapolres Magelang Kot, Kompol Prayudha Widiatmoko menambahkan, dalam kondisi luka-luka, korban dibawa ke RSU Tidar Kota Magelang untuk mendapat perawatan. Tapi nyawanya tak tertolong.

“Sejauh ini kami sudah memeriksa tiga saksi. Satu di antaranya DN yang kemudian kami tahan, tapi belum berstatus tersangka. Kasus ini masih kami dalami untuk mengungkap kronologi dan motif lengkapnya,” kata Prayudha.

Sementara itu, manajemen Happy Puppy belum bisa dimintai keterangan seputar kasus yang terjadi di tempatnya. Saat awak media menyambangi untuk minta konfirmasi, karyawan setempat tidak mau diwawancarai. “Maaf, manajer kami sedang ada rapat internal, tidak bisa diganggu,” ujar salah satu karyawan perempuan yang enggan disebutkan namanya. (cr3/ton)